Strategi untuk Mengajar Writing: PLAN and WRITE Strategy



Hai teachers… Ketika berbicara mengenai pelajaran menulis (writing), hal yang sering terjadi adalah guru menyuruh siswa mereka menulis tanpa menyuruh siswa untuk membuat sebuah draft atau rancangan tulisan. Proses drafting ini sangat penting untuk di lakukan di pelajaran writing. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin berbagi sebuah strategi yang mengikut sertakan proses drafting dalam proses menulis sebuah essay. Adapun strategi yang ingin penulis bahas adalah strategi PLAN dan WRITE. Apa teachers tertarik untuk mengetahui lebih jauh? Check this out…!!!


Strategi PLAN dan WRITE adalah salah satu strategi dari strategi metacognitif dimana sebuah strategi yang diimplementasikan untuk membentuk pembelajaran mandiri. Sesungguhnya strategi PLAN dan WRITE adalah langkah mnemonik dari strategi itu sendiri. Mnemonik digunakan untuk membantu para siswa dalam mengingat langkah dari strategi. Adapun tahapan dari strategi PLAN dan WRITE dapat dijelaskan sebagai berikut:
PLAN: Perencanaan
P : Pay attention to the prompt (Perhatikan tugas/suruhan yang diberikan)
Strategi pertama ini terfokus untuk membantu para siswa agar sepenuhnya memikirkan topik dengan mengidentifikasikan  hal berikut ini:
  • Apa yang diminta untuk ditulis
  • Bagaimana seharusnya siswa mengembangkan paragrafnya

Berikut ini adalah ilustrasi yang bisa digunakan: “Pikirkan salah satu dari pemandangan indah yang pernah kalian lihat. Tulislah sebuah paragraf yang menceritakan pemandangan yang kalian pilih”

L: List the Main Ideas (Susunlah ide-ide pokok)
Pada langkah ini para siswa akan diminta untuk memutuskan satu topik dan mereka memproduksi gagasan-gagasan dari satu ide pokok tersebut, jika para siswa hanya membuat satu paragraf pada saat itu. Siswa diharapkan mampu membuat gagasan-gagasan sebanyak ide pokok yang telah disediakan.

A: Add Supporting Details (Tambahkan ide-ide pendukung)
Ketika para siswa diharapkankan untuk menulis sebuah paragraf yang panjang, mintalah siswa agar menambahkan setidaknya enam ide pendukung yang mendukung ide pokok. Siswa dianjurkan untuk mengulang langkah kedua jika mereka tidak mampu untuk memproduksi ide pendukung yang sesuai.

N: Number your ideas (nomorkan ide-ide)
Pada langkah ini, mintalah siswa untuk mengurutkan ide pendukung, berurutan  sesuai penggunaannya di dalam tulisan yang akan mereka tulis, dan urutkan ide-ide tersebut dengan benar.

Mnemonic PLAN digunakan pada saat proses perencanaan dalam membuat rangkuman sebelum mereka melanjutkan ke menulis yang sesungguhnya. Lalu siswa mengikuti  langkah-langkah mnemonik yang kedua yaitu WRITE untuk membantunya melanjutkan proses perencanaan sembari memfokuskan perhatiannya mengenai bagaimana caranya menulis yang baik. Adapun tahapan dari WRITE dapat dijelaskan sebagai berikut:

WRITE: Menulis
W: Work from your plan to develop your thesis statement (Memulai mengerjakan tulisan dari rencana (Draft) mengembangkan pernyataan tesis (Tulisan))
Ini akan mengingatkan para siswa untuk memasukkan ide dari rancangan mereka ke dalam tulisan mereka atau kalimat pokok pada saat menulis. Pada saat ini, guru berkata: “Sampaikan pada pembaca apa yang akan kamu sampaikan”. Setelah kalimat pokok ditulis, mintalah siswa untuk menyusun konsep berdasarkan pada rencana pada saat mengerjakan langkah kedua.

R: Remember your goal (Ingatlah tujuanmu)
Siswa harus mengingat tujuan dari menulis itu sendiri. Guru dan siswa dapat berdiskusi mengenai di mana atau pada paragraph mana tujuan tersebut akan dicantumkan. Pada langkah ini, siswa memulai untuk merangkai tulisan sesuai dengan rencana.

I: Include transition words (sertakan kata-kata penghubung)
Pada tahapan ini, siswa bisa mencari kata-kata penghubung yang menarik dan sesuai untuk digunakan. Di sini guru bisa membantu siswa dengan memberikan beberapa kata-kata penghubung yang bisa digunakan oleh siswa.

T: Try to use different kinds of sentences (Cobalah menggunakan berbagai jenis kalimat)
Pada tahapan ini, siswa diharapkan mampu menggunakan beberapa jenis kalimat. Baik itu menggunakan beberapa tenses yang sesuai ataupun kalimat yang sesuai dengan tujuannya seperti kalimat deskriptif, persuasive, dsb.

E: Exciting (Menarik)
Tulisan yang dibuat oleh siswa hendaknya mampu menarik perhatian pembaca. Oleh karena itu, pada tahapan ini siswa harus membaca kembali tulisan mereka dan melihat kembali apakah tulisan mereka sudah menarik atau belum sehingga siswa bisa merevisi kembali tulisan mereka apabila dirasa ada yang kurang sesuai.

Setelah menjelaskan mengenai tahapan pada strategi PLAN dan WRITE apakah teachers sekalian tertarik untuk menggunakan strategi ini? Semoga strategi ini dapat membantu teachers sekalian.

(Gek Dewi)

Related Posts:

Model Pembelajaran RDTR untuk Mengajar Bahasa Inggris

Hai teachers… Ketika teachers dihadapkan dengan mengajar bahasa Inggris yang harus mengeintegrasikan beberapa kompetensi berbahasa dalam satu kali pengajaran, terkadang teachers sekalian akan kebingungan mencari model pembelajaran yang sesuai. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin membahas sebuah model pembelajaran yang bisa digunakan untuk kondisi yang telah disebutkan di atas. Adapun model pembelajaran yang akan penulis bahas adalah Reading, Drawing, Talking, dan Revising Model (RDTR Model). Lalu apakah model pembelajaran RDTR itu? Check this out…!!!


Model pembelajaran RDTR merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan di mana siswa berusaha untuk menemukan informasi dengan kata-katanya sendiri. Model pembelajaran ini mampu membantu siswa belajar untuk menemukan suatu informasi menggunakan kata-katanya sendiri, mengulang kembali dan menulis ide-ide mereka diatas kertas, dan meningkatkan pendengaran dan keterampilan mereka dalam berbicara. Model pembelajaran RDTR ini merupakan model pembelajaran alternatif yang memberikan jalan yang berbeda untuk anak-anak yang tidak suka membaca tapi suka menggambar. Itu merupakan model pembelajaran yang bermanfaat ketika diterapkan di dalam kelas untuk meningkatkan pengertian siswa di dalam membaca. Siswa akan memahami kemampuannya untuk melihat apa yang mereka baca untuk membangun informasi tersebut.

Sesuai dengan namanya, model pembelajaran RDTR terdiri atas 4 tahapan yang bisa dijelaskan sebagai berikut:
Membaca
Pada tahapan ini, siswa diminta untuk membaca materi pada waktu yang telah ditentukan dan meminta mereka untuk menemukan kata-kata yang sulit di dalam kamus  untuk mengerti dengan materi yang telah diberikan sebelum langkah selanjutnya dilakukan (Kegiatan mencari kata sulit ini dilakukan selama 2-5 menit).

Menggambar
Pada tahapan ini, siswa diminta untuk menggambar diatas kertas, setiap siswa membuat sketsa ilustrasi tentang materi yang telah dibaca. Mereka bisa menggunakan label untuk meningkatkan pemahamannya, selama kurang lebih 10 menit.

Berbicara
Setelah mereka selesai menggambar, guru meminta kepada siswa untuk menemukan pasangannya atau membuat grup, 1 grup sebagai grup A dan yang lainnya sebagai grup B. Grup A harus memberi tahu grup B mengenai informasi yang mereka telah dapatkan sebanyak yang bisa mereka ingat tanpa melihat materi dan harus berbicara selama 1 menit (Siswa menggunakan gambar yang telah mereka buat sebagai bahan untuk presentasi). Apabila waktu akan berakhir, sebut waktunya di akhir 1 menit itu dan memutar balikkan prosesnya. Grup B juga melakukan aktivitas yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh grup A, tetapi jika memungkinkan harus mencoba untuk berbicara dengan cara yang berbeda. Grup pendengar membutuhkan konsentrasi yang penuh tanpa menyela grup yang sedang berbicara.

Merevisi
Selanjutnya langkah terakhir dari model pembelajaran ini, siswa boleh menukar materinya dengan teman yang lain atau grup yang lain, setelah itu revisi gambar mereka dengan rinci dan teliti (Sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan dari presentasi sebelumnya). Guru mencoba untuk merevisi kesalahan-kesalahan dari mereka.


Nah itulah sebuah model pembelajaran alternative yang teachers sekalian bisa gunakan dalam mengajar kompetensi berbahasa yang diintegrasikan dalam satu pelajaran. Semoga model pembelajaran ini bisa membantu teachers sekalian.

(Fitrianti)

Related Posts:

Strategi untuk Mengajar Reading: Gallery Walk Strategy

Hai teachers… Pada kesempatan sebelumnya penulis sempat berbagi beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengajar reading. Masih mengenai mengajar reading, Kali ini penulis ingin menjelaskan mengenai sebuah strategi yang memanfaatkan gambar dalam pengimplementasiannya. Strategi ini sangat cocok digunakan terkait dengan teks narrative, recount, descriptive, dan procedure. Adapun strategi yang ingin penulis bahas kali ini yaitu Gallery Walk Strategy. Apakah teachers sekalian ingin mengetahui lebih mendalam mengenai strategi ini? Check this out…!!!


Gallery Walk Strategy ini biasa disebut sebagai galeri berjalan di mana teachers sekalian dapat menggunakan gambar yang sesuai dengan teks yang diberikan sebagai salah satu media yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami isi bacaan. Gambar ini bisa berupa series atau dipasang secara berurutan layaknya sebuah pameran lukisan. Teachers sekalian juga bisa menambahkan penggalan teks yang ada di bawah gambar sehingga siswa tidak hanya melihat gambar, tetapi juga dapat melihat cerita terkait gambar tersebut. Menurut Wright (2006) manfaat dari strategi ini adalah :
  • Merangsang minat siswa dalam membaca teks
  • Membantu siswa fokus pada isyarat visual dalam membaca teks
  • Membantu siswa untuk menghubungkan pengalaman pribadi mereka terkait dengan teks
  • Memberikan dasar untuk diskusi elemen bahasa dan cerita-cerita yang berhubungan
  • Meningkatkan pemahaman siswa
  • Membangun keterampilan yang diperlukan untuk membaca secara mandiri


Dalam pengimplementasian strategi ini, siswa dapat membawa catatan yang nantinya digunakan untuk mencari informasi-informasi yang dianggap penting yang bisa dicatat untuk kemudian dapat dibuatkan ringkasan oleh siswa yang bersangkutan.

Adapun prosedur penerapan Gallery Walk Strategy ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Sebelum memulai pelajaran, guru sudah mempersiapkan semua gambar, ilustrasi, dan teks yang akan digunakan dan dipajang secara berurutan layaknya sebuah gallery lukisan.
  2. Memulai pelajaran dengan membangkitkan prior knowledge siswa dan memberitahukan topic dan judul teks yang akan dibahas. Mintalah siswa untuk mempersiapan buku catatan untuk mencatat informasi yang nantinya didapatkan.
  3. Mintalah siswa untuk menulis prediksi-prediksi terkait dengan isi teks yang nantinya akan dibaca.
  4. Mintalah siswa untuk mengobservasi gambar dan membaca penggalan teks yang ada di bawah gambar yang mereka amati. Melalui observasi ini,mereka dapat mengkonfirmasi pertanyaan-pertanyaan yang mereka telah susun sebelumnya.
  5. Setelah selesai mengamati gambar dan membaca seluruh penggalan teks, siswa diminta untuk membuat ringkasan dengan bahasa mereka sendiri.
  6. Guru membahas teks yang diberikan dengan menunjukkan kembali gambar-gambar yang digunakan secara berurutan dan minta siswa untuk menceritakan dengan bahasa mereka sendiri terkait dengan gambar yang ditunjukan.

Salah satu kelemahan dalam pengimplementasian Gallery Walk Strategy ini adalah kesulitan mencari gambar yang sesuai. Namun, apabila teachers sekalian serius dalam mengajar, teachers sekalian pasti memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan gambar tersebut. Semoga strategi ini dapat membantu teachers sekalian.

Related Posts:

Strategi untuk Mengajar Reading: PQRST Strategy



Hai teachers… Kali ini penulis ingin berbagi mengenai salah satu strategi mengajar yang bisa digunakan pada pelajaran Reading. Seperti yang teachers ketahui, dalam mengajar reading kita akan bersinggungan dengan comprehension (pemahaman) karena comprehension ini adalah salah satu aspek dalam membaca. Mengajar reading comprehension terkadang bisa gampang-gampang susah karena ada banyak factor yang mempengaruhinya. Salah satunya, penggunaan strategi yang tepat dengan karakteristik siswa dapat membantu dalam reading comprehension. Sehubungan dengan hal ini, penulis ingin berbagi sebuah strategi dalam reading comprehension yaitu PQRST (Preview, Question, Read, State, Test). 


PQRST adalah strategi yang mengajarkan siswa untuk lebih teliti dalam membaca dan memberikan pemahaman yang lebih baik. Dalam penggunaan strategi ini, Siswa diminta untuk berpikir tentang apa yang mereka baca dan menulis pertanyaan yang berhubungan dengan topic dan mencari jawaban atas pertayaan mereka dengan cara membaca lebih seksama.

Tujuan dari PQRST adalah untuk meningkatkan pemahaman membaca dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terkait dengan topic yang akan dibaca. Namun, dalam pengimplementasian strategi ini, Teks yang diberikan hendaknya teks yang kaya akan informasi sehingga siswa nantinya bisa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka miliki.

Seperti namanya, PQRST ini terdiri atas 5 tahapan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Preview
Pada tahapan ini, siswa akan diminta untuk mengamati atau membaca secara umum dan sekilas saja. Kemudian, siswa diminta untuk mengaitkan dengan hal-hal yang mereka ketahui dan mengaktifkan prior knowledge mereka, khususnya terkait dengan topik.

Questions
Pada tahapan ini, siswa diminta untuk membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai topic yang dibaca. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang muncul dari keingintahuan mereka setelah membaca secara umum. Perlu diketahui, membaca teks secara umum tidak memberikan kita informasi yang menyeluruh apalagi jika waktu yang diberikan sangatlah terbatas.  Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya menuntun mereka untuk mampu membaca lebih teliti dan menemukan informasi yang mereka ingin ketahui. Misalnya saja teks yang diberikan adalah naratif, maka kemungkinan pertanyaan mereka adalah:
  • Who is/are the major character/s?
  • What do/es the major character/s look like?
  • Where did the story take place?

Read
Setelah membuat pertanyaan, maka suruhlah mereka untuk menjawab pertanyaan yang sudah mereka buat sebelumnya dengan membaca teks tersebut secara lebih teliti lagi. Pertanyaan tersebutlah yang akan membuat mereka untuk membaca secara lebih teliti dan bahkan bisa berulang-ulang demi memahami isi teks dan akhirnya mampu menjawab pertanyaan yang mereka telah buat sebelumnya.

State
Pada tahapan ini siswa diminta untuk membuat ringkasan dari teks yang telah mereka baca dengan teliti sebelumnya. Tentunya ringkasan ini hendaknya dilakukan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dengan tidak melakukan copy paste.

Test
Pada tahapan ini, siswa akan diberikan pertanyaan yang terkait dengan isi teks. Pada tahapan test ini, siswa akan benar-benar diuji apakah telah memahami teks yang telah diberikan atau belum.

Penjelasan di atas merupakan penjelasan dari strategi PQRST. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat bagi teacher sekalian, khususnya dalam pelajaran reading.

Related Posts:

Self-Assessment untuk Pelajaran Writing


Hai teachers… Setelah penulis menjelaskan dan memberikan contoh butir pernyataan/pertanyaan self-assessment untuk pelajaran listening, speaking, dan reading, kini penulis akan membahas dan memberikan contoh pernyataan yang bisa dikembangkan menjadi instrument self-assessment dalam pelajaran writing. Apakah teachers sekalian tertarik? Chcek this out…!!!



Pada kesempatan sebelumnya, penulis sempat menjelaskan mengenai pentingnya self-assessment untuk mengetahui informasi siswa terkait dengan pembelajaran yang mereka sedang laksanakan. Asesmen ini juga sebenarnya bisa digunakan dalam penilaian. Sebagai contoh, asesmen diri yang diisi oleh siswa dengan 2 rentang pilihan yaitu jawaban “Ya” dan “Tidak”. Kemudian guru juga mengisi asesmen yang terkait dengan masing-masing siswa dengan butir pertanyaan/pernyataan yang sama. Apabila respon siswa A menjawab “Ya” terkait dengan satu pernyataan positif dan guru juga memberikan jawaban “Ya” kepada siswa terkait dengan butir pernyataan positif yang sama, maka siswa tersebut akan mendapat nilai 1. Apabila berbeda, maka siswa akan mendapat nilai 0. Namun perlu diingat bahwa pemberian nilai ini hanya bisa digunakan sebagai penunjang saja dikarenakan pemberian nilai siswa bobotnya masih lebih besar pada penggunaan rubrik penilaian.

Terkait dengan butir pernyataan yang bisa dikembangkan menjadi intrumen self-assessment dalam pelajaran writing yang akan penulis berikan, penulis menyusun pernyataan tersebut berdasarkan aspek-aspek dalam menulis. Adapun aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut: 

Aspek


Main Idea
Terkait dengan ide pokok tulisan

Content
Terkait dengan isi tulisan yang disusun

Organization
Terkait dengan penyusunan tulisan

Language Use
Terkait dengan penggunaan bahasa dalam tulisan

Mechanics
Terkait dengan penulisan tanda baca, huruf capital, dsb.



Adapun butir pernyataan yang penulis berikan di bawah ini terkait dengan penulisan announcement. Pernyataan ini dapat dimodifikasi untuk topic atau genre menulis yang lainnya. Namun perhatikan juga mengenai butir pernyataannya apakah sesuai dengan topic dan genre yang teachers ajarkan. Atau dalam memodifikasi, teachers sekalian dapat membaca terlebih dahulu language features dan generic structure terkait dengan topic lainnya dan baru memodifikasi butir pernyataan yang ada di bawah ini (Khususnya yang berwarna merah). Berikut ini adalah butir pernyataan untuk pelajaran menulis dengan topic announcement

1.      Checklist untuk Main Idea, Content dan Organization
No
Pernyataan


1
Topik pada tulisan saya cukup spesifik

2
Tulisan  saya buat  memiliki ide pokok yang jelas

3
Ide  yang saya tuangkan ke dalam tulisan saya adalah sesuatu yang baru yang tidak ditulis oleh teman saya dan tidak  ada di buku

4
Setiap ide pokok dikembangkan dengan kalimat pendukung yang sesuai

5
Setiap ide pokok memiliki kalimat pendukung yang seimbang

6
Saya mengembangkan ide-ide saya dengan lancar (coherence)

7
Ada keserasian antara ide-ide yang saya tuangkan dalam teks saya sehingga mereka menjadi suatu kesatuan (unity)

8
Saya menulis kata “Announcement” pada awal teks saya sebagai Heading

9
Terdapat orang yang dituju (addressee) di badan teks (Body)

10
Terdapat informasi yang akan disampaikan pada tulisan yang saya buat

11
Saya menulis nama/pihak yang membuat Announcement pada penutup dari Announcement yang saya buat



2.      Checklist untuk Language Use
No
Pernyataan


1
Saya menggunakan pilihan kata yang tepat untuk tulisan saya

2
Kata-kata yang saya gunakan cukup bervariasi

3
Saya mengggunakan kata yang sesuai dengan audience

4
Saya menggunakan sinonim atau antonim pada tulisan saya

5
Kalimat-kalimat yang saya gunakan bervariasi

6
Ada variasi panjang-pendeknya kalimat pada tulisan saya

7
Penggunaan kalimat-kalimat perintah dan permintaan

8
Saya menggunakan Subject-Verb agreement yang benar pada Simple Present Tense

9
Saya menggunakan bentuk “will” dan “be going to” pada kalimat yang menyatakan kejadian dan rencana di masa depan.



3.      Checklist untuk Mechanics
No
Pernyataan


1
Saya menulis setiap kata dalam teks yang saya buat dengan ejaan yang benar

2
Saya menggunakan huruf kapital pada huruf pertama awal kalimat. 

3
Saya juga menggunakan huruf kapital pada penulisan nama,tempat,bulan, hari dan hari raya.

4
Saya menggunakan tanda baca yang benar pada tulisan saya seperti tanda titik (.)  pada akhir kalimat, singkatan, dan sebagai pemisah pada penulisan jam dan menit

5
Saya menggunakann tanda koma (,) sebagai pemisah anak kalimat dengan induk kalimat.

6
Saya menggunakan tanda titik dua (:) sebagai tanda pemerian. 

7
Kalimat pertama pada awal paragraph menjolok ke dalam

8
Saya memberikan jarak yang cukup sebagai pemisah antar kata

9
Saya menulis identitas saya seperti nama, kelas dan nomer absen di sudut kanan atas

10
Saya membaca ulang tulisan saya sebelum dikumpul



Baca juga

Related Posts: