Artikel Lainnya

Thursday, April 30, 2015

11:37 PM

Kelebihan Asesmen Otentik: Penjelasan dan Jenis Asesmen Otentik

Hai teachers… Sebelumnya penulis sempat berbagi pengetahuan mengenai pengertian asesmen, asesmen tradisional, dan asesmen otentik (Bagi teachers yang belum membaca bisa klik di sini) dan artikel mengenai asesmen tradisional beserta jenisnya (Bagi teachers yang belum membaca bisa klik di sini). Pada tulisan kali ini, penulis ingin membahas secara mendalam mengenai asesmen otentik. Check this out…!!!


Asesmen otentik adalah suatu bentuk tugas yang menghendaki siswa untuk bisa menunjukkan kinerja di dunia nyata secara bermakna, di mana hal ini merupakan penerapan esensi pengetahuan dan keterampilan. Asesmen otentik menekankan kemampuan siswa untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki secara bermakna dan nyata. 

Kelebihan asesmen otentik ini adalah kegiatan penilaian tidak sekedar menanyakan atau menyadap pengetahuan yang telah diketahui pembelajar, melainkan kinerja secara nyata dari pengetahuan yang telah dipahami dan dikuasai.

Selain itu kelebihan yang lainnya adalah mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan adalah salah satu tujuan asesmen otentik. Misalnya, penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik, menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata, dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku, menulis untuk jurnal, surat, atau mengedit tulisan sampai siap cetak. Dalam kegiatan itu, baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. Jadi, asesmen model ini menekankan pada pengukuran kinerja, melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis.

Asesmen ini lebih menuntut pembelajar mendemonstrasikan pengetahuan, keterampilan, dan strategi dengan mengkreasikan jawaban atau produk. Siswa tidak sekedar diminta merespon jawaban seperti dalam tes tradisional, melainkan dituntut untuk mampu mengkreasikan dan menghasilkan jawaban yang dilatarbelakangi oleh pengetahuan teoretis. Dalam penilaian kemampuan bersastra misalnya, pembelajar mampu menganalisis karakter tokoh dalam sebuah fiksi, mempertanggungjawabkan kinerjanya tersebut secara argumentatif, membuat resensi teks kesastraan, dan lain-lain. Berikut ini merupakan prosedur penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur ketrampilan pemecahan masalah siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Tujuan Pembelajaran:
Siswa memberikan jawaban benar-salah tentang prosedur yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelompok.Siswa diminta membuat rangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memecahkan masalah secara kolaborasi, kemudian diminta untuk memberikan jawaban singkat terhadap pertanyaan itu.Siswa diberikan masalah baru, kemudian diminta untuk menulis essay yang berhubungan dengan bagaimana kelompok itu harus bekerja menyelesaikan masalah itu.Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah. Guru mengamati dan menilai usahanya.Pendidikan adalah proses pemanusiaan manusia, maka dari itu dalam tataran yang lebih operasional dapat dikatakan bahwa tuntutan pendidikan adalah terbentuknya kompetensi pada peserta didik (terlepas dari apakah kurikulum yang sekarang tetap digunakan atau diganti, tetapi pembentukan kompetensi adalah merupakan suatu keharusan). Untuk itu, perlu dilakukan pembenahan dalam praktik pembelajaran di sekolah, termasuk praktek asesmennya. Asesmen otentik sebagai asesmen berbasis kompetensi merupakan asesmen yang dilakukan untuk mengetahui kompetensi seseorang. Kompetensi adalah atribut individu peserta didik, oleh karena itu asesmen berbasis kompetensi bersifat individual; sehingga ia disebut asesmen berbasis kelas. Untuk memastikan bahwa yang diases tersebut benar-benar adalah kompetensi riil individu (peserta didik) tersebut, maka asesmen harus dilakukan secara otentik (nyata, riil seperti kehidupan sehari-hari). Asesmen otentik bersifat on-going atau berkelanjutan, oleh karena itu asesmen harus dilakukan kepada proses dan produk belajar. Dengan demikian, asesmen berbasis kompetensi memiliki sifat otentik, berkelanjutan, dan individual.

Sifat-sifat asesmen berbasis kompetensi tersebut mengindikasikan bahwa jenis tes objektif (seperti tes pilihan ganda, benar-salah, dan lain-lain) yang dimasa lalu mendominasi penilaian di sekolah tidak lagi relevan saat ini. Sudah saatnya (dan secepat mungkin) proses pembelajaran ditopang secara kukuh dengan penggunaan asesmen otentik.

Adapun jenis asesmen otentik ini adalah sebagai berikut:
  • asesmen kinerja
  • asesmen diri
  • asesmen portofolio
  • projek, dll
11:20 PM

Kelebihan Asesmen Tradisional: Pengertian dan Jenis Asesmen Tradisional

Hai teachers... Pada artikel sebelumnya penulis sempat berbagi pengetahuan mengenai pengertian asesmen, asesmen tradisional, dan asesmen otentik (Bagi teachers yang belum membaca bisa klik di sini). Pada kesempatan kali ini, penulis ingin membahas lebih dalam mengenai asesmen tradisional. Check this out…!!!


Menurut Muller (2008), asesmen tradisional adalah penilaian yang mengacu pada memilih sebuah respon dan lebih pada mengukur ingatan siswa terkait dengan informasi yang didapat. Hal ini dapat dilakukan melalui pengukuran tes pilihan ganda (multiple-choices), tes melengkapi (cloze test), tes benar salah (true-false), menjodohkan (matching) dan semacamnya. Siswa secara khas memilih suatu jawaban atau mengingat informasi untuk melengkapi penilaian.


Terdapat beberapa ciri-ciri asesmen tradisional diantaranya adalah :
  1. Penilaian dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam memberikan jawaban yang benar.
  2. Tes yang diberikan tidak berhubungan dengan realitas kehidupan siswa.
  3. Tes terpisah dari pembelajaran yang dilakukan siswa.
  4. Dapat diskor dengan reliabilitas tinggi.
  5. Hasil tes diberikan dalam bentuk skor.

Manfaat asesmen tradisional adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
  2. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
  3. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remidial.
  4. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
  5. Untuk memberikan pilihan alternatif penilaian guru.
  6. Untuk memberikan informasi kepada orangtua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan. 

Kelebihan dari asesmen tradisional diantaranya adalah :
  1. Dapat digunakan untuk mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar,
  2. Dapat digunakan untuk memonitor kemajuan siswa,
  3. Dapat digunakan untuk menentukan jenjang kemampuan siswa,
  4. Dapat digunakan sebagai penentu efektivitas pembelajaran,
  5. Dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja guru kelas,
  6. Dapat digunakan untuk mengklarifikasi tujuan pembelajaran yang dirancang guru 

Adapun jenis-jenis asesmen tradisional yang sering digunakan hingga saat ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pilihan Ganda (Multiple-Choices)
Soal bentuk pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban adalah jawaban yang benar atau jawaban yang paling benar. Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang untuk terkecoh untuk memilihnya apabila tidak menguasai bahan/materi pelajaran dengan baik.

Isian Singkat (Short Answer)
Soal isian singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban yang singkat, berupa akata, frase, angka, atau symbol. Keunggulan dari bentuk soal ini adalah dapat mencakup materi yang luas dan banyak serta dapat diskor dengan mudah, cepat, obyektif, serta mudah dalam menyusunnya. Akan tetapi, model soal ini cenderung hanya mengukur kemampuan mengingat saja.

Soal Betul-Salah (True-False)
Bentuk soal ini menuntut peserta tes untuk memilih dua kemungkinan jawaban. Bentuk kemungkianan jawaban yang sering digunakan adalah benar-salah atau ya-tidak. Keunggulan dari soal model ini adalah mampu mengukur berbagai jenjang kemampuan kognitif, dapat mencakup materi yang luas, serta dapat diskor dengan mudah, cepat dan obyektif.

Soal Menjodohkan (Matching)
Soal bentuk menjodohkan terdiri dari dua kelompok pernyataan. Kelompok pertama ditulis pada jalur sebelah kiri, biasanya mengandung pernyataan soal atau pernyataan stimulus. Kelompok kedua ditulis pada lajur sebelah kanan, biasanya merupakan pernyataan jawaban atau respon.

10:25 PM

Pengertian Asesmen, Asesmen Tradisional, dan Asesmen Otentik

Hai teachers… Dalam mengajar teachers sekalian akan bergelut dengan apa yang disebut dengan asesmen baik itu asesmen tradisional maupun asesmen otentik. Namun, dalam kenyataannya banyak pengajar yang menerapkan asesmen tetapi tidak mengetahui apa sebenarnya asesmen itu dan asesmen apa yang mereka gunakan. Dalam kesempatan ini, penulis ingin berbagi pengetahuan mengenai asesmen khususnya asesmen tradisional dan otentik. Check this out…!!!

Asesmen adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mengetahui informasi mengenai suatu obyek (O’Malley & Pierce, 1996). Jika dikaitkan dengan pengajaran, obyek ini sering dikaitkan dengan salah satunya adalah siswa. Jadi Asesmen di sini bisa di artikan sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar siswa, sikap siswa, perasaan siswa dalam belajar, kemampuan siswa, dan segala hal mengenai siswa itu sendiri dalam pembelajaran.


Dewasa ini dalam melakukan asesmen terkait pembelajaran, guru sering kali menggunakan asesmen tradisional dan asesmen otentik. Lalu apa itu asesmen tradisional dan asesmen otentik?

Menurut Muller (2008), asesmen tradisional adalah penilaian yang mengacu pada memilih sebuah respon dan lebih pada mengukur ingatan siswa terkait dengan informasi yang didapat. Hal ini dapat dilakukan melalui pengukuran tes pilihan ganda (multiple-choices), tes melengkapi (cloze test), tes benar salah (true-false), menjodohkan (matching) dan semacamnya. Siswa secara khas memilih suatu jawaban atau mengingat informasi untuk melengkapi penilaian.

Terdapat beberapa ciri-ciri asesmen tradisional diantaranya adalah :

  1. Penilaian dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam memberikan jawaban yang benar.
  2. Tes yang diberikan tidak berhubungan dengan realitas kehidupan siswa.
  3. Tes terpisah dari pembelajaran yang dilakukan siswa.
  4. Dapat diskor dengan reliabilitas tinggi.
  5. Hasil tes diberikan dalam bentuk skor.

Sedangkan, asesmen otentik merupakan suatu bentuk tugas yang menghendaki pembelajar untuk menunjukkan kinerja di dunia nyata secara bermakna, yang merupakan penerapan esensi pengetahuan dan keterampilan. Asesmen otentik menekankan kemampuan pembelajar untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki secara nyata dan bermakna. Kegiatan penilaian tidak sekedar menanyakan atau menyadap pengetahuan yang telah diketahui pembelajar, melainkan kinerja secara nyata dari pengetahuan yang telah dikuasai.

Salah satu tujuan asesmen itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. Misalnya, penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik, menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata, dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku, menulis untuk jurnal, surat, atau mengedit tulisan sampai siap cetak. Dalam kegiatan itu, baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. Jadi, asesmen model ini menekankan pada pengukuran kinerja, doing something, melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis.

Yang suka dengan artikel ini bisa share dan like agar teachers yang lain juga mendapat kesempatan untuk menambah ilmu.
7:54 PM

Recount Text: Penjelasan dan Contoh Text

Hai teachers… Pasti teachers sekalian tidak asing ketika mendengar kata recount text? Yap. Recount Text adalah salah satu dari jenis teks bahasa Inggris yang menceritakan kembali kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman di masa lampau. Tujuan dari Recount Text adalah untuk memberikan informasi atau untuk menghibur pembaca. Di dalam Recount Text tidak terdapat komplikasi (Complication) seperti halnya di Narrative Text. Kali ini Penulis ingin berbagi mengenai penjelasan recount dan link unduhan contoh recount text. Check it out!

Dari kesekian genre yang ada, recount merupakan genre yang menceritakan mengenai pengalaman di masa lampau yang disampaikan secara berurutan. Istilah recount sendiri berasal dari bahasa Prancis conter yang memiliki arti yaitu menghitung ulang. Selain itu kata ini juga berarti menceritakan sebuah cerita. Oleh karena itu, recount  adalah salah satu dari jenis teks  yang menceritakan kembali kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman di masa lampau.


Recount text memiliki tujuan komunikatif untuk melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitakan atau menghibur tentunya tanpa ada konflik di dalam cerita tersebut. Adapun kegiatan, peristiwa, atau kejadian ini disampaikan secara berurutan.

Adaun bagian dari recount text ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Orientation
Bagian ini merupakan bagian pengenalan yaitu memberikan informasi tentang siapa, di mana, dan kapan peristiwa atau kegiatan itu terjadi di masa lampau. 

  • Events
Bagian ini merupakan rekaman peristiwa yang terjadi yang disampaikan secara berurutan atau dalam urutan kronologis. Di bagian Events ini juga biasanya terdapat komentar pribadi mengenai peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

  • Reorientation
Bagian ini biasanya berisikan mengenai pengulangan pengenalan yang ada di Orientation, pengulangan yang merangkum rentetan peristiwa, kejadian atau kegiatan yang diceritakan. Terkadang juga pada bagian ini berisikan evaluasi atau nilai-nilai apa yang ingin kita sampaikan melalui peristiwa yang telah kita sampaikan.
 
Ciri Kebahasaan Recount Text
Recount text memiliki beberapa ciri-ciri kebahasaan yang mungkin akan teachers temukan ketika membaca sebuah Recount Text. Ciri-ciri kebahasaan dari Recount Text tersebut adalah:
  • Menggunakan Past Tense. Misalkan we went to zoo, I was happy, etc.
  • Menggunakan Conjunction dan Time Connectives untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian. Misalnya and, but, the, aftar that, etc.
  • Menggunakan Adverbs dan Adverbial Phrase untuk mengungkapkan tempat, waktu dan cara. Misalkan yesterday, at my house, slowly, etc.
  • Menggunakan Action Verbs. Misalkan went, slept, run, brought, etc.

Nah ini dia link unduhan yang bisa teachers unduh sebagai bahan ajar mengenai materi recount. Materi ini dapat teachers kembangkan lagi sesuai kebutuhan teachers sekalian.

Friday, April 24, 2015

6:38 PM

Procedure Text: Penjelasan dan Contoh Text

Hai teachers... Bisakah teachers menjelaskan cara membuat telur goreng melalui tulisan? Nah pertanyaan ini pasti mengingatkan teacher tentang procedure text. Kali ini penulis akan membahas mengenai procedure text dan juga memberikan link unduhan contoh procedure text. Check this out!

Procedure Text merupakan salah satu dari kesekian genre yang menunjukan sebuah proses dalam membuat atau mengoperasikan sesuatu yang berfungsi untuk menggambarkan bagaimana sesuatu dikerjakan melalui langkah-langkah yang teratur.

Procedure text ini memiliki tujuan komunikatif untuk memberikan petunjuk atau langkah-langkah tentang cara melakukan sesuatu melalui tindakan-tindakan atau langkah-langkah yang berurutan atau secara kronologis.


Adapun struktur kebahasaan dari Procedure Text terdiri dari 3 bagian yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Aim/ Goal
Pada bagian ini biasanya berisikan mengenai informasi mengenai tujuan dalam pembuatan atau pengoprasian sesuatu. 

2. Materials
Pada bagian ini biasanya dijelaskan mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam membuat sesuatu apabila procedure text ini mengenai membuat sesuatu. Tapi tidak semua Procedure text menyertakan bagian materials. Terkadang sebuah Procedure text tidak memiliki bagian materials dikarenakan topik yang ditulis bukan mengenai membuat sesuatu.

Ada tiga jenis Procedure Text yang tidak menggunakan bagian materials, yaitu:
  • Procedure text yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau bagaimana cara melakukan instruksi secara manual. Misalnya: How to use the video game, the computer, the tape recorder, atau the fax, etc.
  • Procedure text yang berisikan instruksi bagaimana melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dengan peraturanya. Misalnya: raod safety rules, atau video game rules, etc.
  • Procedure text yang berhubungan dengan sifat atau kebiasaan manusia. Misalnya: How to live happily, atau How to secceed.
3. Steps
Pada bagian biasanya berisikan mengenai langkah-langkah atau urutan-urutan yang harus dilakukan agar tujuan yang diuraikan pada bagian Aim/ Goal bisa tercapai. Langkah-langkah atau urutan-urutan yang disampaikan tersebut haruslah dijabarkan secara berurutan dari awal hingga akhir.

Ciri Kebahasaan Procedure Text
procedure text memiliki ciri kebahasaan yang dapat disebutkan sebagai berikut:
  1. Menggunakan pola kalimat imperative (Perintah), misalnya, Cut, Don’t mix, dsb. 
  2. Menggunakan action verbs, misalnya turn, put, don’t, mix, dsb. 
  3. Menggunakan connectives (kata penghubung) untuk mengurutkan kegiatan, misalnya then, while, dsb. 
  4. Menggunakan adverbials (kata keterangan) untuk menyatakan rinci waktu, tempat, cara yang akurat, misalnya for five minutes, 2 hours, dsb. 
  5. Menggunakan simple present.

Setelah membaca penjelasan di atas, pasti teachers tertarik untuk melihat contoh procedure text kan? Penulis sudah menyediakan link unduhan untuk teachers sekalian. Silahkan dinimati.

Wednesday, April 22, 2015

6:55 PM

Descriptive Text: Penjelasan dan Contoh Text

Hai teachers... Kali ini penulis akan berbagi informasi mengenai salah satu genre yaitu descriptive text. Penulis juga akan berbagi contoh teks deskriptif yang bisa teachers unduh dan edit sesuai dengan kebutuhan dalam mengajar descriptive text. Namun sebelum memberikan link unduhan descriptive text, ada baiknya penulis menjelaskan sedikit mengenai descriptive text. Check this out!

Descriptive Text adalah salah satu teks yang berisikan deskripsi atau menggambarkan benda, tempat, manusia, hewan, dan lain sebagainya. Secara lebih jelas, teks ini menggambarkan seperti apa benda ataupun mahluk hidup yang kita deskripsikan baik dari segi tampilan, bau, suara, maupun tekstur dari benda atau mahluk hidup tersebut.



Descriptive text memiliki tujuan komunikatif untuk menggambarkan dan mengungkapkan ciri-ciri dari benda, tempat, atau mahluk tertentu secara umum, tanpa melalui riset maupun penelitian secara mendalam dan menyeluruh.

Descriptive Text memiliki dua bagian teks yang menjadi ciri dari teks ini sendiri. Kedua bagian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 

  • Identification 
bagian ini merupakan bagian dari Descriptive Text yang berisikan tentang topik atau "apa" yang akan digambarkan atau dideskripsikan.

  •  Description 
Bagian ini adalah bagian terakhir dari Descriptive Text yang mencakup tentang pembahasan yang biasanya berupa penggambaran tentang topik atau "apa" yang ada di Identification yang mencakup kenampakan fisik, kualitas, perilaku umum maupun sifat-sifatnya. 


  • Ciri Kebahasan Descriptive Text
Adapun ciri kebahasaan Descriptive text dapat dilihat sebagai berikut:
  1. Descriptive Text menggunakan Present Tense, misalnya: go, eat, fly, etc.  
  2. Descriptive Text menggunakan berbagaimacam Adjectives (kata sifat) yang bersifat Describing (mengambarkan), Numbering (Menomerkan), dan Classifying (mengklasifikasikan), misalnya: two strong legs, sharp white fangs, etc.   
  3. Descriptive Text menggunakan Relating Verbs untuk memberikan informasi tentang subjek, misalnya: my mum is realy cool, it has very thick fur, etc.   
  4. Descriptive Text menggunakan Thinking Verbs (kata kerja berfikir, seperti belive, think, etc.) dan Feeling Verbs (kata kerja perasa, seperti feel)untuk mengungkapkan pandangan pribadi penulis tentang subjek, misalnya: police believe the suspect is armed, I think it is a clever animal, etc. 
  5. Descriptive Text juga menggunakan Adverbs (kata keterangan) untuk memberikan informasi tambahan mengenai perilaku atau sifat (Adjective) yang dijelaskan, misalnya: it is extremely high, it runs definitely past, etc.


Nah ini link unduhan contoh descriptive text yang teachers dapat unduh dan edit sesuai kebutuhan teachers.

Friday, April 17, 2015

5:14 AM

Narrative Text: Penjelasan dan Contoh Text (Cerita Rakyat Berbahasa Inggris)

Hai teachers... Masih ingatkah ketika duduk di bangku sekolah dulu, kita sering membaca kisah-kisah dongeng dan legenda daerah yang sangat terkenal hingga saat ini. Pasti ada keinginan kita untuk menceritakan kisah-kisah itu kembali kepada anak didik kita kan? Lalu, bagaimana jika cerita itu dikemas dalam bahasa Inggris? Wah pasti sangat menarik untuk diajarkan pada siswa-siswa kita sekalian. Oleh karena itu, Penulis ingin berbagi link-link cerita rakyat berbahasa Inggris kepada teachers sekalian. Namun ada baiknya kita berbicara sedikit mengenai Narrative agar pembaca sekalian paham sebelum mengunduh cerita rakyat tersebut.

Dari sekian genre yang ada, mungkin Narrative Text adalah satu yang paling teachers pahami atau ketahui. Teks ini biasanya berisikan cerita masa lampau dan untuk hiburan. Terkadang guru akan mengalami kebingungan mengenai beda antara narrative dengan recount yang sama-sama termasuk dalam jenis narration. Perbedaannya terletak pada generic structure masing-masing teks. Dengan mengetahui generic structure narrative dan recount, teachers pasti akan sangat mudah dalam membedakan keduanya. 


Narrative Text memiliki tujuan komunikatif untuk menghibur pendengar atau pembaca mengenai suatu kisah atau cerita masa lampau yang berhubungan dengan pengalaman nyata, fiktif atau peristiwa-peristiwa pelik yang mengarah ke suatu krisis, yang pada akhirnya menemukan suatu penyelesaian.

Adapun generic structure dari narrative itu sendiri secara umum terdiri atas tiga bagian umum. Namun, pada sumber lain teachers kemungkinan akan mendapatkan bagian yang lebih dari tiga seperti bagian climax. Adapun ketiga bagian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Orientation
Pada bagian Orientation atau pengenalan berisi tentang pengenalan tokoh dalam cerita serta waktu dan tempat kejadiannya atau menjelaskan mengenai "Siapa", "Apa", "Kapan", dan "Di mana"

Complication
Pada bagian ini biasanya berisikan mengenai gambaran munculnya krisis atau masalah yang di alami oleh tokoh pada cerita tersebut yang harus dipecahkan. Permasalahan ini bisa saja lebih dari satu yang nantinya akan mencapai puncak permasalahan (Climax).
  
Resolution
Bagian Resolution ini berisi tentang bagaimana tokoh dari cerita tersebut berhasil untuk memecahkan masalah yang ada pada bagian Complication. Biasanya terdapat lebih dari satu Resolution untuk satu Complication.
  

Ciri Kebahasan Narrative Text
Pada Narrative Text, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Mengunakan Action Verb dalam bentuk Past Tense. Misalnya : Climbed, Turned, Brought, dsb.
  • Menggunakan Nouns tertentu sebagai kata ganti orang, hewan dan benda tertentu dalam cerita. Misalnya : the king, the queen, dsb.
  • Menggunakan Adjectives yang membentuk noun phrase. Misalnya : long black hair, two red apples, dsb.
  • Menggunakan Time Connectives dan Conjunctions untuk mengurutkan kejadian-kejadian. Misalnya : then, before, after, soon, dsb.
  • Menggunakan Adverbs dan Adverbial Phrase untuk menunjukkan lokasi kejadian atau peristiwa. Misalnya : here, in the mountain, happily ever after, dsb.  


Nah, sekaranglah saatnya penulis bagikan link unduhan cerita rakyat berbahasa Inggris. Cerita ini sebagian besar merupakan narrative text. Cerita yang teachers unduh dapat teachers edit sesuai kebutuhan dan cek kembali grammar dari teks ini. Namun, jangan sampai menghilangkan generic structure narrative text itu sendiri. Cara membuka link tersebut adalah dengan mengcopy alamar ULR yang teachers sekalian akan pilih dan paste di kolom url lalu klik enter, maka teachers sekalian akan dibawa menuju cerita yang teachers sekalian pilih. Adapun Link cerita rakyat berbahasa Inggris dapat dilihat di bawah ini:

http://www.englishindo.com/2011/10/malin-kundang.html

http://www.englishindo.com/2012/02/legenda-danau-maninjau-bahasa-inggris.html

http://www.englishindo.com/2011/09/dongeng-legenda-danau-toba.html

http://www.englishindo.com/2012/02/legenda-batu-gantung-kota-parapat.html

http://www.englishindo.com/2011/02/jaka-tarub-dan-7-bidadari.html

http://www.englishindo.com/2011/09/timun-emas.html

http://www.englishindo.com/2011/02/dongeng-bahasa-inggris-aji-saka-alfabet.html

http://www.englishindo.com/2011/10/legenda-candi-prambanan.html  

http://www.englishindo.com/2011/12/dongeng-bahasa-inggris-nyi-roro-kidul.html

http://www.englishindo.com/2011/12/dongeng-bahasa-inggris-kembang-melati.html  

http://www.englishindo.com/2011/12/dongeng-bahasa-inggris-tisna-wati-ratu.html

http://www.englishindo.com/2011/12/dongeng-bahasa-inggris-dongso-dan.html  

http://www.englishindo.com/2011/12/dongeng-bahasa-inggris-gajah-mada-dan.html

http://www.englishindo.com/2011/02/dongeng-bahasa-inggris-rara-jonggrang.html

http://www.englishindo.com/2011/09/dongeng-legenda-danau-toba.html

http://www.englishindo.com/2012/02/legenda-telaga-warna-bahasa-inggris.html

http://www.englishindo.com/2011/12/dongeng-bahasa-inggris-banyuwangi-dalam.html

http://www.englishindo.com/2011/09/lutung-kasarung-dan-seorang-putri.html

http://www.englishindo.com/2012/01/cerita-rakyat-keris-kutukan-mpu.html

http://englishindocument.files.wordpress.com/2014/03/bali1-the-legend-of-singaraja.docx

http://www.englishindo.com/2011/02/legenda-gunung-bromo-dalam-bahasa.html
   

Monday, April 13, 2015

6:59 AM

Media Pembelajaran Game Board: Media Pembelajaran Bahasa Inggris

Hai teachers… Pernahkah teachers sekalian bermain ular tangga (Snakes & Ladders) atau bermain monopoli (Monopoly) ketika teachers masih usia anak-anak? Atau bahkan masih memainkannya hingga saat ini? Games memang sangat digemari tidak hanya oleh anak-anak tetapi juga oleh orang dewasa. Kesempatan ini sebenarnya bisa kita terapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya kepada anak-anak. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menjelaskan sedikit mengenai games dalam pembelajaran bahasa Inggris sekaligus berbagi link unduhan Game Board kepada teachers sekalian. Chek it out!


Permainan bahasa inggris atau biasa disebut 'English Games' merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan untuk mengajar bahasa Inggris. Ada banyak alasan mengapa menggunakan permainan dalam belajar bahasa Inggris di kelas, salah satu diantaranya adalah untuk menghadirkan kesenangan dalam belajar.

Bagi pengajar bahasa inggris, tujuan dari pemberian pelajaran bahasa Inggris adalah supaya anak bisa menggunakan bahasa tersebut. Dengan menggunakan permainan bahasa Inggris lah secara tidak sadar siswa akan ikut serta dalam menggunakan bahasa Inggris dan juga secara langsung merangsang ketertarikan siswa dalam belajar bahasa Inggris.

Alasan lain untuk menyisipkan permainan dalam belajar bahasa Inggris adalah:

  1. Memusatkan perhatian siswa terhadap struktur bahasa yang spesifik, pola-pola grammar, dan tentunya kosa kata atau vocabulary.
  2. Menjadi penguat, peninjau, dan pemer-kaya pelajaran.
  3. Menjamin keikutsertaan siswa dalam belajar bahasa Inggris secara maksimal.
  4. Dapat digunakan di semua kemampuan bahasa seperti speaking, reading, listening atau writing.
  5. Memberikan kontribusi terhadap suasana persaingan yang sehat antar siswa.
  6. Memberikan jalan untuk menggunakan bahasa Inggris dengan kreatif dalam situasi yang tidak menekan.
  7. Melibatkan partisipasi yang setara antara siswa yang cepat dan lambat belajar bahasa Inggris.
  8. Dapat disesuaikan dengan umur dan tingkatan bahasa Inggris siswa.
  9. Dapat digunakan baik secara individu maupun kelompok.

Tanpa berpanjang-panjang lagi, kini penulis akan memberikan link unduhan games board kepada teachers sekalian. Link ini akan mengarahkan teachers ke link unduhan worksheets. Cara mengunduh cukup klik “Download Worksheet”. Bagi teachers yang pertama kali mengunduh worksheet ini, teachers akan dimintai alamat email dan password email techers. Lalu centang teacher, maka worksheet dapat langsung diunduh. Mudah bukan? Berikut ini link unduhan game board.
 
Race to draw the bunny
http://www.education.com/worksheet/article/race-draw-bunny/

Cross the river
http://www.education.com/worksheet/article/river-cross-board-game/

Enchanted game
http://www.education.com/worksheet/article/enchanted-unicorn-game/

Play long vowel bingo
http://www.education.com/worksheet/article/play-long-vowel-bingo/

Camping worksheet
http://www.education.com/worksheet/article/camping/

Picture memory game
http://www.education.com/worksheet/article/snack-time-memory-game/

Build a snowman
http://www.education.com/worksheet/article/snowman-card-game/

Rock paper scissors
http://www.education.com/worksheet/article/rock-paper-scissors-game/

ABC memory game
http://www.education.com/worksheet/article/a-b-c-memory-game/

The gold rush worksheet
http://www.education.com/worksheet/article/gold-rush-game/

Mr. Frog
http://www.education.com/worksheet/article/coin-toss-game-frog/

Alien coin toss game
http://www.education.com/worksheet/article/coin-toss-game-alien/

Sandwich stacker
http://www.education.com/worksheet/article/play-sandwich-stackers/

Halloween fortune spinner
http://www.education.com/worksheet/article/halloween-ghost-fortune-teller/

Play busy bees
http://www.education.com/worksheet/article/play-busy-bees/

Baca juga
Media Cartoon Story Maker: Guru Juga Bisa Membuat Media Pembelajaran Berupa Kartun

Friday, April 10, 2015

11:00 PM

Media E-Learning Schoology: Mudah, Praktis, Bisa di Mana Saja, dan Penggunaan Mirip Facebook

Hai teachers... Apakah teachers mempunyai akun facebook? Apakah teachers sering membuka facebook tersebut di kala waktu senggang? Bagaimana dengan siswa teachers sekalian? Apakah melakukan hal yang sama?


Kita menemukan fenomena saat ini di mana siswa-siswa kita sudah memiliki gadget canggih berupa laptop dan telepon seluler yang canggih. Namun, gadget tersebut malah hampir setiap waktu digunakan hanya untuk membuka facebook, instagram, dsb. Sebagai seorang guru kita harus memanfaatkan situasi ini dengan menerapkan pembelajaran e-learning. Salah satu media e-learning yang paling sering digunakan adalah Schoology dan Schoology ini gampang digunakan dikarenakan tampilan dan penggunaannya mirip seperti facebook.

Schoology adalah situs yang menggabungkan antara jejaring sosial dan LMS. Jadi dengan Schoology kita bisa berinteraksi sosial sekaligus belajar. Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh Schoology adalah sebagai berikut:
  1. Courses (Kursus), yaitu fasilitas untuk membuat kelas mata pelajaran, misal mata pelajaran Matematika, Fisika, dan lain sebagainya. Fasilitas Courses ini juga ada di Moodle
  2. Groups (Kelompok), yaitu fasilitas untuk membuat kelompok. Fasilitas ini juga ada di Moodle maupun di facebook.
  3. Resources (Sumber Belajar)

Di dalam menu Course kita juga bisa membuat kuis/soal (ini yang tidak dimiliki oleh facebook) yang jenisnya banyak yaitu pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, isian singkat, dan lain-lain. Bagusnya lagi kita bisa mengimport soal. Kelebihan soal online yang dimiliki oleh Schoolgy adalah kita tidak perlu memeriksa pekerjaan siswa. Dan soal-soal itu (biasanya berbentuk tugas) bisa dikerjakan di rumah, guru tinggal mengontrol dari jarak jauh. 

Schoology ini juga bisa diunduh melalui google play store. Artinya kemanapun teachers dan di mana pun teachers berada, dapat langsung memantau kegiatan pembelajaran siswa lewat telepon seluler. Namun jika ingin membuat course dan group, ada baiknya teachers melakukannya melalui computer terlebih dahulu. Setelah itu, baru menggunakan telepon seluler apabila tidak sempat membukanya lewat computer.

Bagi teachers yang ingin sign up ke schoology, tinggal mengetikan alamat ULR www.schoology.com. Lalu klik sign up. Maka, akan muncul pilihan instructor dan student. Pilih instructor. Setelah mengisi data diri teachers sekalian, coba untuk log out dan sign in dengan akun yang telah teachers daftarkan sebelumnya. Khusus untuk siswa, minta mereka sign up dengan mengklik student



Bagi teachers yang ingin membuat course (Kursus), maka klik menu course dan klik create. Usahakan nama course ini sesuai dengan kelas yang teachers ajar. Misalnya ENGKLS9A (English Kelas 9A). Setelah selesai membuat course, klik ENGKLS9A dan cari Acces Code seperti gambar di bawah ini. Lalu ingat access code ini dan beritahukan pada siswa kelas yang bersangkutan agar mereka setelah mendaftar di schoology bisa klik course dan klik join dan memasukan access code tersebut.


Melalui Course, teachers sekalian dapat berbagi dokumen, menetapkan materi pembelajaran, menyuruh siswa mengumpulkan dokumen via online, dan masih banyak fitur lainnya yang bisa teachers gunakan.

Jika teachers ingin membuat group, maka sesuaikan juga nama group dengan nama Course yang sudah Teachers buat sebelumnya. Misalnya ENGKLS9A. Lalu masuk ke dalam course dan klik member lalu akan muncul Access Code di sebelah kanan untuk diberitahukan kepada siswa teachers sekalian. 


Group ini bisa digunakan sebagai ajang diskusi. Penulis sendiri sering menggunakan fitur ini di mana penulis menyuruh siswa penulis untuk menulis 4 kalimat dalam bahasa Inggris dan teman-teman mereka diharapkan memberikan komentar dan revisi apabila terdapat kesalahan dalam kalimat yang ditulis. Sangat bermanfaat. Semoga membantu.