Kelebihan Asesmen Tradisional: Pengertian dan Jenis Asesmen Tradisional

Hai teachers…Pada artikel sebelumnya penulis sempat berbagi pengetahuan mengenai pengertian asesmen, asesmen tradisional, dan asesmen otentik (Bagi teachers yang belum membaca bisa klik di sini). Pada kesempatan kali ini, penulis ingin membahas lebih dalam mengenai asesmen tradisional. Check this out…!!!


Menurut Muller (2008), asesmen tradisional adalah penilaian yang mengacu pada memilih sebuah respon dan lebih pada mengukur ingatan siswa terkait dengan informasi yang didapat. Hal ini dapat dilakukan melalui pengukuran tes pilihan ganda (multiple-choices), tes melengkapi (cloze test), tes benar salah (true-false), menjodohkan (matching) dan semacamnya. Siswa secara khas memilih suatu jawaban atau mengingat informasi untuk melengkapi penilaian.


Terdapat beberapa ciri-ciri asesmen tradisional diantaranya adalah :
  1. Penilaian dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam memberikan jawaban yang benar.
  2. Tes yang diberikan tidak berhubungan dengan realitas kehidupan siswa.
  3. Tes terpisah dari pembelajaran yang dilakukan siswa.
  4. Dapat diskor dengan reliabilitas tinggi.
  5. Hasil tes diberikan dalam bentuk skor.

Manfaat asesmen tradisional adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
  2. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
  3. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remidial.
  4. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
  5. Untuk memberikan pilihan alternatif penilaian guru.
  6. Untuk memberikan informasi kepada orangtua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.

Kelebihan dari asesmen tradisional diantaranya adalah :
  1. Dapat digunakan untuk mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar,
  2. Dapat digunakan untuk memonitor kemajuan siswa,
  3. Dapat digunakan untuk menentukan jenjang kemampuan siswa,
  4. Dapat digunakan sebagai penentu efektivitas pembelajaran,
  5. Dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja guru kelas,
  6. Dapat digunakan untuk mengklarifikasi tujuan pembelajaran yang dirancang guru

Adapun jenis-jenis asesmen tradisional yang sering digunakan hingga saat ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pilihan Ganda (Multiple-Choices)
Soal bentuk pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban adalah jawaban yang benar atau jawaban yang paling benar. Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang untuk terkecoh untuk memilihnya apabila tidak menguasai bahan/materi pelajaran dengan baik.

Isian Singkat (Short Answer)
Soal isian singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban yang singkat, berupa akata, frase, angka, atau symbol. Keunggulan dari bentuk soal ini adalah dapat mencakup materi yang luas dan banyak serta dapat diskor dengan mudah, cepat, obyektif, serta mudah dalam menyusunnya. Akan tetapi, model soal ini cenderung hanya mengukur kemampuan mengingat saja.

Soal Betul-Salah (True-False)
Bentuk soal ini menuntut peserta tes untuk memilih dua kemungkinan jawaban. Bentuk kemungkianan jawaban yang sering digunakan adalah benar-salah atau ya-tidak. Keunggulan dari soal model ini adalah mampu mengukur berbagai jenjang kemampuan kognitif, dapat mencakup materi yang luas, serta dapat diskor dengan mudah, cepat dan obyektif.

Soal Menjodohkan (Matching)
Soal bentuk menjodohkan terdiri dari dua kelompok pernyataan. Kelompok pertama ditulis pada jalur sebelah kiri, biasanya mengandung pernyataan soal atau pernyataan stimulus. Kelompok kedua ditulis pada lajur sebelah kanan, biasanya merupakan pernyataan jawaban atau respon.

Baca juga

Related Posts:

0 Response to "Kelebihan Asesmen Tradisional: Pengertian dan Jenis Asesmen Tradisional"

Post a Comment