Karakteristik K-13 dalam Pembelajaran Bahasa Inggris



Hai teachers… Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini di Indonesia sedang diterapkan Kurikulum 2013 yang tergolong baru dan “agak” sedikit membingungkan dalam implementasiannya. Kemungkinan karena kurikulum ini masih baru diterapkan. Namun, keputusan yang berlaku saat ini, ada sekolah yang masih menerapkan KTSP dikarenakan belum menggunakan K-13, dan ada sekolah yang masih menjalankan K-13 dikarenakan sudah mengimplementasikan dari setahun lalu. Setidaknya selama 2 tahun ke depan, K-13 masih akan diimplementasikan bagi beberapa sekolah. Oleh karena itu, bagi teachers yang masih kebingungan mengenai K-13, penulis ingin berbagi pemahaman mengenai karakteristik pembelajaran dalam K-13. Khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Adapun Karakteristik pembelajaran K-13 dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat dilihat sebagai berikut.

·         Belajar melalui contoh dan keteladanan
Secara alami belajar bahasa Inggris bukan diawali dengan penjelasan aturan dari orang tua atau pengasuhnya, tetapi dengan langsung diajak berbicara berbahasa Inggris sedikit demi sedikit. Untuk dapat bercerita bahasa Inggris, siswa perlu sering dibacakan cerita, dibimbing membaca cerita, atau menonton cerita. Untuk dapat bertanya, siswa perlu sering ditanya, dituntut untuk sering bertanya, dan dibimbing dalam melakukannya.

Hal-hal tersebut di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui sintaks di bawah ini:

  1. Memberikan contoh berupa teks (lisan maupun tulis)/Memberikan video/audio berupa monolog maupun percakapan. Guru boleh membacakan dengan memberikan penekanan pada hal-hal penting seperti kosakata, kalimat, dsb dengan mengulang atau mengubah intonasi suara dengan memperhatikan pronunciation.


·         Mengamati dengan langsung melakukan
Mengamati perlu dilakukan secara aktif dengan melibatkan semua indera dan proses berfikir aktif. Selama siswa menyalin, guru mengarahkan perhatian siswa kepada hal-hal penting dalam menyalin, termasuk format penulisan, struktur teks, kosa kata, frasa, kalimat, ucapan, ejaan, tata bahasa, dsb.

Hal-hal di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan melakukan hal sebagai berikut:

  1. Guru memberikan contoh dan diikuti oleh seluruh siswa. Pemberian contoh ini memperhatikan pronunciation terhadap kosakata.
  2. Berikan pertanyaan/suruhan kepada siswa terkait dengan fitur bahasa (kosakata, struktur kalimat, makna kalimat, fungsi teks lisan maupun tulisan). Contoh:
  • Could you find all nouns/adjectives/verbs in the text! (Guru boleh menyediakan kolom agar siswa bisa mendaftar semua yang diminta).
  • Could you find the meanings of all nouns/adjectives/verbs in the text!(Guru bisa memberikan asesmen berupa matching, multiple choices, dsb.)
  • Could you find the sentences used to express …..(Berdasarkan materi). Suruhan ini bisa dikembangkan dengan memberikan asesmen berupa completion, rearrange sentences, dsb.
  • Could you find the meaning of the sentences!
  • Could you determine the functionof the teks?

*Suruhan bisa diubah dengan menggunakan pertanyaan

·        Bertanya dan mempertanyakan
Dalam proses pengamatan yang menyeluruh dan rinci tersebut, siswa secara alami akan menemukan hal-hal baru atau berbeda dengan yang selama ini diketahui dan dipahami. Biasanya siswa akan langsung bertanya atau mempertanyakan hal-hal yang dia tidak pahami. Inilah kesempatan yang terbaik bagi guru untuk member penjelasan. Namun perlu diingat bahwa penjelasan guru seharusnya tidak terlalu teoretis dan bertele-tele.

Pada kesempatan ini guru bisa memberikan waktu untuk siswa untuk bertanya hal-hal yang tidak dimengerti sehingga guru dapat memberikan konfirmasi terkait dengan materi. Apabila tidak ada pertanyaan, alangkah baiknya jika guru mengasumsikan bahwa murid memiliki pertanyaan namun tidak berani memberikan pertanyaan, sehingga guru memberikan penjelasan sedikit terkait materi yang dirasa belum terlalu dipahami siswa (Struktur kalimat misalnya).

·        Langsung mencoba melakukannya sendiri
Jika keinginan untuk dapat menguasai suatu tindakan berbahasa muncul secara alami, siswa tidak akan berlama-lama menunggu untuk mencoba melakukannya sendiri. Dalam proses coba-coba tersebut siswa tentunya masih akan menemui banyak masalah dan membuat banyak kesalahan. Pada tahap ini bimbingan guru dan kerjasama dengan teman akan sangat membantu.

Hal yang dijelaskan di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menyuruh siswa berlatih sendiri atau berkelompok.
  2. Guru berkeliling memperhatikan kegiatan siswa.
  3. Guru bertanya kepada siswa apakah ada kesulitan, pertanyaan, dan sebagainya. Guru juga bisa bertanya mengenai proses kemajuan dalam belajar siswa.


·        Memperbaiki penalaran dengan menggunakan bahan ajar dari berbagai sumber lain
Pengalaman menggunakan berbagai teks lisan dan tulis dari berbagai sumber akan membuka pikiran siswa bahwa teks yang berbeda dapat memiliki fungsi dan tujuan yang sama, atau sebaliknya. Siswa akan menyadari bahwa variasi bentuk dan isi teks disebabkan karena tujuan dan konteks komunikasi yang berbeda-beda.

Melalui penjelasan di atas, maka guru hendaknya mencari sumber-sumber tambahan terkait materi yang diberikan. Materi tersebut bisa berupa teks lisan atau tulis dan bisa berupa audio dan video.
 
·        Melakukan berbagai kegiatan dengan bahasa Inggris
Apapun yang kita pelajari pada akhirnya harus bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini bisa dilakukan jika siswa mampu mengomunikasikan karyanya dengan lingkungan sosialnya. Terlebih lagi jika yang dipelajari adalah alat komunikasinya itu sendiri, yaitu bahasa Inggris.

Melalui penjelasan ini maka guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari di dunia nyata. Misalnya ketika bertemu dengan turis asing, bisa coba untuk dipraktekan menggunakan bahasa Inggris. Atau ketika bersama teman sekelas bisa mempraktekan apa yang telah dipelajari.

Related Posts:

0 Response to "Karakteristik K-13 dalam Pembelajaran Bahasa Inggris"

Post a Comment