Jenis Asesmen dalam Writing: Penjelasan dan jenis Asesmen yang Dapat Digunakan

Hai teachers… Dalam tulisan sebelumnya, penulis menjelaskan mengenai asesmen dalam pembelajaran speaking dan reading serta jenis asesmen yang dapat digunakan. Hal ini berkaitan dengan mengetahui bagaimana perkembangan belajar siswa agar kita bisa mendapat umpan balik untuk bisa melakukan pengambilan keputusan (evaluasi) terkait dengan siswa dan pembelajaran yang telah kita jalankan. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menjelaskan asesmen dalam pembelajaran menulis (Writing) serta jenis asesmen apa saja yang dapat digunakan. Check this out…!!!


Dalam pelajaran menulis, penilaian guru memegang peranan penting dalam penilaian menulis. Guru kerap menyuruh siswa untuk menulis berbagai tulisan dan kemudian guru menilai informasi yang terdapat di dalam tulisan siswa, serta menilai penggunaan kosakata, struktur, tanda baca, dsb.

Dalam melakukan penilaian terhadap tulian siswa, O’Malley & Pierce, (1996: 139) menjelaskan bahwa guru mesti melihat penulis dan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis yang dituangkan ke dalam tulisan. Guru juga mesti melihat mengenai tujuan yang disampaikan dan genre apa yang digunakan oleh siswa dalam menulis.

O’Malley & Pierce, (1996: 137) menjelaskan bahwa dalam menulis ada 3 tujuan yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Tulisan persuasif. Tulisan ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk melakukan sebuah tindakan atau perubahan.
  • Tulisan ekspresif/naratif. Tulisan ini bertujuan untuk menceritakan mengenai suatu hal atau cerita yang imaginatif
  • Tulisan informatif. Tulisan ini bertujuan untuk memberitahukan mengenai informasi dan pengetahuan dan juga berbagi pengetahuan yang dimiliki oleh penulis dengan pembaca.


Sebelum memulai kegiatan menulis, perancangan panduan tugas pun sangat perlu untuk diperhatikan karena ini menjadi dasar bagi siswa untuk menghasilkan sebuah tulisan. Panduan ini sering disebut dengan prompt. Selain berupa panduan, promptini juga bisa berupa suruhan ataupun saran terhadap siswa dalam menulis. Adapun beberapa criteria dalam penyusunan prompt oleh O’Malley & Pierce, (1996: 140) adalah sebagai berikut:
  • Mencakup genre-genre dalam menulis
  • Mampu mengajak siswa untuk menggabungkan antara pemikiran, pemecahan masalah, penyusunan, dan proses pembuatan tulisan menjadi sebuah jenis teks.
  • Bersifat menantang dan dapat dilakukan oleh semua siswa.
  • Memberikan kesempatan yang sama bagi siswa dalam mengerjakannya
  • Disukai oleh banyak siswa.


Terkait dengan asesmen yang dapat diimplementasikan dalam pelajaran menulis, O’Malley & Pierce, (1996) menjelaskan bahwa ada beberapa asesmen yang dapat diterapkan. Adapun asesmen tersebut adalah sebagai berikut:

Rubrik Penilaian Menulis
Rubrik penilaian menulis adalah sebuah rubric yang digunakan untuk menilai tulisan siswa. Rubric ini biasanya ditentukan sebelum memulai kegiatan menulis. Adapun rubric penilaian menulis ini terbagi menjadi rubric penilaian holistic dan rubric penilaian analitik. Rubric penilaian holistic adalah rubric yang berisikan berbagai macam criteria dalam penilaian menulis dan menghasilkan skor tunggal. Skor tunggal ini sebenarnya merupakan akumulasi nilai secara umum dari beberapa criteria yang terdapat pada rubric penilaian holistic. Rubric penilaian holistic ini menilai kemampuan menulis/hasil tulisan siswa secara umum. Rubric ini mencakup beberapa dimensi penilaian seperti pengembangan/penyusunan ide, kelancaran dan struktur penggunaan kalimat, pemilihan kata, dan mekanisme dalam menulis. Dimensi ini juga dapat ditambahkan sesuai dengan apa yang ingin dinilai oleh guru terkait dengan tulisan siswa. Adapun yang dimaksud dengan rubric penilaian analitik adalah rubric yang digunakan menilai kinerja atau tulisan siswa secara lebih spresifik dan mendalam. Rubric ini menghasilkan skor terpisah untuk tiap kriterianya. Dimensi dalam rubric penilaian analitik ini sama dengan dimensi dalam penilaian holistic. Yang membedakan adalah holistic menghasilkan skor tunggal, sedangkan analitik menghasilkan skor terpisah untuk masing-masing criteria.

Asesmen proses
Asesmen proses adalah asesmen yang memberikan gambaran mengenai proses yang dijalani oleh siswa dalam sebuah pembelajaran. Asesmen proses ini bisa berbentuk ceklis pernyataan ya dan tidak ataupun berbentuk rentangan nilai. Asesmen proses ini mencakup tingkatan dalam proses menulis, dari proses sebelum menulis hingga ke proses setelah menulis

Asesmen penilaian diri
Asesmen penilaian diri adalah asesmen yang digunakan untuk menilai diri sendiri. Asesmen ini juga bisa memberikan umpan balik kepada siswa terkait proses yang mereka jalani dalam pembelajaran. Asesmen ini bisa berupa jurnal dialog yang ditujukan untuk guru agar memberikan komentar terhadap pernyataan yang diberikan oleh siswa, log atau catatan pembelajaran yang berisikan informasi-informasi mengenai proses pembelajaran siswa, ceklis strategi menulis yang memberikan informasi mengenai strategi apa yang digunakan oleh siswa dalam menulis, dan ceklis menulis yang memberikan informasi mengenai kemampuan menulis terkait dengan dimensi-dimensi dalam tulisan.

Asesmen penilaian berpasangan
Asesmen penilaian berpasangan adalah asesmen yang dilakukan secara berpasangan dimana siswa saling menilai pekerjaan temannya. Asesmen ini juga membantu siswa untuk belajar hal yang belum mereka ketahui dari pekerjaan temannya. Dalam penilaian menulis, asesmen ini mengharuskan siswa untuk saling mengkoreksi tulisan temannya. Koreksi tersebut bisa berupa koreksi penggunaan kata, kalimat, serta struktur kalimat dalam tulisan.

Related Posts:

0 Response to "Jenis Asesmen dalam Writing: Penjelasan dan jenis Asesmen yang Dapat Digunakan"

Post a Comment