Strategi PARTS untuk Mengajar Reading


Hai teachers sekalian… bagaimana proses mengajar teachers sekalian? Semoga lancar Jaya…!!! Pada kesempata ini penulis kembali ingin berbagi sebuah strategi yang bisa digunakan untuk mengajar reading. Adapun nama strategi ini adalah PARTS. Lalu, apa itu PARTS? Penasaran? Check this out…!!!

Strategi PARTS adalah strategi yang cocok digunakan pada kegiatan membaca yang sangat efektif. Strategi ini diusulkan oleh Rainy pada tahun 2002. Strategi ini tidak hanya akan membantu siswa untuk menikmati bacaan mereka, tetapi juga membantu siswa untuk membaca dengan cepat dan megingat poin utama dalam bacaan. PARTS terdiri dari Preview, Anticipating, Reading and Re-reading, think Critically, dan Summarizing.

Berikut ini adalah tahapan strategi PARTS.
Previewing
Bagian pertama dari strategi ini adalah preview (meninjau). Langkah meninjau dalam membaca akan membantu pembaca untuk mempersiapkan pikiran mereka untuk menerima informasi dalam teks bacaan (Potter, 2008). Dalam rangka mempersiapkan pikiran pembaca ada beberapa langkah yang dirumuskan oleh Langan (2002) dalam meninjau teks, yaitu: mempelajari judul dari bacaan, membaca dengan cepat paragraf pertama dan terakhir, serta melihat sekilas gambar, nama penulis, dan grafik dalam teks. Dengan melakukan kegiatan tersebut, pembaca akan mendapatkan gambaran dari isi, arah dan tujuan bacaan, mereka juga dapat lebih mudah memahami dan mengingat informasi. Tahapan preview ini bisa diimplementasikan selama 10 atau 15 menit tergantung dari panjangnya teks yang diberikan.

Anticipating
Menurut Reading Rockets (2013) mengantisipasi adalah strategi pemahaman yang digunakan sebelum membaca untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa dan membangun rasa ingin tahu tentang topik baru. Dalam proses antisipasi, pembaca mencoba menebak apa yang dibicarakan dalam bacaan sehingga mereka bisa mengantisipasi apabila mereka tidak tahu apa yang dimaksud dalam bacaan. Kegiatan di dalam anticipating ini kebanyakan berupa memprediksi apa yang akan muncul di dalam bacaan atau mencari tahu sendiri informasi lain yang berhubungan dengan teks sebagai langkah antisipasi apabila tidak mengetahui informasi di dalam teks. Kegiatan ini bisa dilakukan selama 10 menit.

Reading and Re-reading
Langkah ini dapat dibagi menjadi dua kegiatan. Kegiatan pertama adalah pembaca melakukan pembacaan cepat. Selama membaca cepat, pembaca membaca teks dalam hati dan cepat sementara menandai setiap kata-kata asing, tapi tidak berhenti untuk menemukan maknanya dan kemudian membaca kembali bacaan tersebut. Ketika pertama kali membaca, siswa tidak harus khawatir tentang memahami segala sesuatu, karena dalam kedua kali membaca pembaca akan memiliki kesempatan untuk membaca kembali teks lebih lambat dan menemukan arti dari kata-kata yang tidak diketahui sementara menandai beberapa poin penting. Kegiatan reading dapat dilakukan selama 5-10 menit dan re-reading bisa dilakukan selama 10-15 menit.

Think Critically
Dalam berpikir kritis pembaca harus menggunakan pengetahuan mereka sendiri untuk berpikir tentang pesan yang terkandung dalam teks. Selama langkah ini, siswa akan diberikan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa dalam berpikir teks lebih kritis. Kegiatan ini dapat dilakukan selama 15-20 menit. Alokasi pada tahapan ini lebih banyak dibandingkan tahapan lainnya dikarenakan siswa diminta untuk berpikir secara kritis dan menghubungkan informasi yang mereka ketahui dengan informasi yang mereka dapatkan dari membaca.

Summarizing.
Dengan meringkas, pembaca akan meningkatkan daya pemahaman mereka. Jadi pada langkah ini, siswa diminta untuk meringkas informasi dari seluruh teks. Kegiatan meringkas ini juga bisa dilakukan dengan menggaris bawahi informasi-informasi penting dan kemudian mengumpulkan menjadi satu sehingga lebih mudah dalam proses meringkas. Kegiatan ini bisa dilakukan selama 10 menit.

Namun, pembelajaran yang baik adalah pelajaran yang mampu memberikan umpan balik kepada siswa teachers sekalian oleh karena itu, setelah strategi PARTS selesai dilakukan, teachers bisa membahas informasi apa saja yang telah mereka dapatkan dari membaca teks yang telah diberikan. Maka, siapkanlah beberapa pertanyaan yang bisa menjadi umpan balik bagi pembelajaran siswa teachers sekalian.


Mungkin teachers sekalian sudah tidak sabar untuk menggunakan strategi ini. Segera persiapkan segalanya. Selamat mencoba.

Related Posts:

Strategi "PLEASE" Untuk Pelajaran Writing


Hai teachers sekalian, sedang apa teachers sekalian? Pasti sedang membaca artikel di proenglishteacher ya? Hehehe. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin berbagi sebuah strategi dalam pelajaran menulis. Adapun nama strategi ini adalah P.L.E.A.S.E. Lalu, strategi apakah PLEASE ini? Check this out…!!!

Singkatan dari P.L.E.A.S.E  adalah Pick,  List,  Evaluate,  Activate, Supply, dan End. Strategi ini sangat cocok digunakan untuk menulis konten yang tidak terlalu panjang atau hanya beberapa paragraph pendek saja. Jadi strategi ini baiknya digunakan untuk kemampuan dasar menulis. Adapun prosedur dari PLEASE ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pick : Memilih Topik yang terbaik
Pada bagian ini teachers sekalian memandu siswa untuk memilih topic terbaik sebagai dasar tulisan mereka. Teachers bisa membiarkan siswa mencari topic mereka sendiri atau bisa teachers pandu bagi mereka yang kesusahan.

List : Susun Ide-ide tentang topic  itu
Pada bagian ini, mintalah siswa teachers sekalian untuk mendaftar ide-ide apa saja yang akan dituangkan di dalam tulisan yang terkait dengan topic yang telah dipilih.baiknya ide-ide itu disusun secara berurutan atau secara kronologi agar lebih mudah bagi siswa untuk mengembangkannya (Teachers bisa membantu siswa dalam menyusun ide).

Evaluate : Evaluasi daftar ide-ide
Pada bagian ini, mintalah siswa untuk mengevalusi susunan ide yang sudah mereka tulis. Siswa harus mengevalusi susunan ide mereka dan meyakini bahwa ide-ide mereka cocok untuk mendukung topik.

Activate : Menghidupkan setiap paragraf dengan sebuah kalimat topik
Pada bagian mintalah siswa untuk mengembangkan topic yang sudah dipilih sebuah kalimat yang komplit. Pastikan siswa tahu bahwa kalimat pertama pada sebuah paragraf menjelaskan topik utama. Kalimat topic atau disebut dengan main idea bisa ditempatkan di awal atau diakhir paragraph.

Supply: Memberikan kalimat pendukung
Pada bagian ini, siswa menyusun kalimat-kalimat pendukung yang berasal dari ide-ide yang sudah ditulis sebelumnya. Pastikan bahwa kalimat-kalimat pendukung ini mendukung kalimat topik yang telah ditulis sebelumnya.

End: Selesaikan dengan sebuah paragraf kesimpulan sebagai ringkasan
Pada bagian terakhir ini, ingatkan siswa agar menyelesaikan tulisannya dan membuat sebuah paragraph yang merupakan ringkasan dari paragraf-paragraf sebelumnya.

Nah itu dia Strategi PLEASE. Sangat mudah bukan? Di dalam penerapannya, teachers sekalian bisa memodifikasi masing-masing tahapan ini. Semoga membantu dan selamat mencoba.



Related Posts:

8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use


Hai teachers sekalian. How are you today? Are your students well? Kesempatan kali ini penulis ingin berbagi teknik-teknik umum yang biasa digunakan oleh teachers dalam mengajar speaking. Adapun judul kali ini penulis sebut dengan 8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use.
Apa saja delapan teknik itu? Check this out…!!!

1. Diskusi
Diskusi dapat di terapkan untuk berbagai macam alas an pada pelajaran speaking. Para siswa dapat berdiskusi sampai pada sebuah kesimpulan, berbagi ide tentang suatu peristiwa, atau mencari solusi dalam kelompok diskusi mereka. Tentunya, diskusi ini dilakukan dengan bahasa Inggris. Kontrol siswa teachers sekalian agar melakukan diskusi dengan bahasa Inggris. Sebelum diskusi, sangat penting bahwa tujuan dari kegiatan diskusi diatur oleh teachers. Dengan cara ini, titik diskusi yang relevan dengan tujuan ini, sehingga siswa tidak menghabiskan waktu mereka mengobrol satu sama lain tentang hal-hal yang tidak relevan. Sebagai contoh, siswa dapat terlibat dalam setuju / tidak setuju diskusi. Dalam jenis diskusi, teachers dapat membentuk kelompok siswa, sebaiknya 4 atau 5 di masing-masing kelompok. Kemudian masing-masing kelompok bekerja pada topik masing-masing sesuai kelompok untuk jangka waktu tertentu, dan menyajikan hasil diskusi mereka di depan kelas

2. “Role Play” (Bermain Peran)
Salah satu cara lain untuk meningkatkan skill berbicara siswa adalah dengan bermain role-playing. Siswa berpura-pura bahwa mereka berada dalam berbagai konteks sosial dan memiliki berbagai peran sosial. Dalam kegiatan “Role-Play ( bermain peran ), Teachers memberikan informasi kepada siswa atau peserta didik seperti siapa mereka dan apa yang mereka pikirkan atau rasakan. Dengan demikian, teachers dapat memberitahu siswa bahwa “Anda adalah Ariel, Anda pergi ke dokter dan menceritakan apa yang terjadi semalam, dan …” (Harmer, 1984)

3. Simulasi
Simulasi yang sangat mirip dengan permainan peran, tapi apa yang membuat simulasi berbeda dari peran memainkan adalah bahwa mereka lebih rumit. Dalam simulasi, siswa dapat membawa barang-barang ke kelas untuk menciptakan lingkungan yang realistis. Misalnya, jika seorang siswa bertindak sebagai penyanyi, dia membawa mikrofon untuk bernyanyi dan sebagainya. Memainkan peran dan simulasi memiliki banyak keuntungan. Pertama, karena simulasi menghibur dan memotivasi siswa. Kedua, menurut Harmer (1984) menunjukkan, Simulasi meningkatkan kepercayaan diri siswa, karena dalam bermain peran dan simulasi kegiatan, mereka akan memiliki peran yang berbeda dan tidak perlu berbicara sendiri, yang berarti mereka tidak harus mengambil tanggung jawab yang sama.

4. Information Gap
Dalam kegiatan ini, siswa harus berpasangan. Seorang siswa akan memiliki informasi bahwa pasangan lain tidak miliki. Tentunya untuk memiliki informasi yang akan dibagi, siswa harus mencari sendiri bahan informasinya terlebih dahulu. Oleh karena itu, teachers sekalian bisa memberikan topic sehari sebelumnya agar siswa datang ke kelas dengan informasi yang siap mereka bagi dengan temannya. Kegiatan information gap ini memiliki tujuan seperti pemecahan masalah atau mengumpulkan informasi. Juga, masing-masing pasangan memainkan peran penting karena tugas tidak dapat diselesaikan jika mitra tidak memberikan informasi yang lain butuhkan. Kegiatan ini efektif karena setiap orang memiliki kesempatan untuk berbicara secara luas dalam Bahasa inggris.

5. Story Telling (Mendongeng)
Siswa dapat secara singkat meringkas kisah atau cerita yang mereka dengar dari orang sebelumnya, atau mereka mungkin membuat cerita mereka sendiri untuk memberitahu teman-teman sekelas mereka. Story telling menumbuhkan pemikiran kreatif. Hal ini juga membantu siswa mengekspresikan ide-ide dalam bentuk awal, pengembangan, dan hasil akhir, termasuk karakter dan setting sebuah cerita harus dimiliki. Siswa juga dapat memberitahu teka-teki atau lelucon. Misalnya, pada awal setiap sesi kelas, teachers dapat memanggil beberapa siswa untuk menceritakan teka-teki pendek atau lelucon sebagai pembuka. Dengan cara ini, teachers tidak hanya akan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, tetapi juga mendapatkan perhatian dari kelas.

6. Interview (Wawancara)
Siswa dapat melakukan wawancara pada topik yang dipilih dengan berbagai orang. Ini adalah ide yang baik bahwa teachers memberikan rubrik kepada siswa sehingga mereka tahu apa jenis pertanyaan mereka nantinya. Dari rubric ini, mereka diminta untuk menyusun pertanyaan mereka sendiri atau, teachers juga bisa memberikan rubric yang sudah berisikan pertanyaan (Interview guide). Kegiatan ini memberi siswa kesempatan untuk berlatih kemampuan berbicara mereka tidak hanya di kelas tetapi juga di luar dan membantu mereka menjadi lebih bersosialisasi.

7. Story Completion
Teknik ini sangat menyenangkan, seluruh kelas, bebas berbicara kegiatan yang mana siswa duduk membentuk lingkaran. Untuk kegiatan ini, teachers mulai bercerita, tapi setelah beberapa kalimat dia berhenti bercerita. Kemudian, setiap siswa mulai melanjutkan dari titik di mana sebelumnya berhenti. Setiap siswa harus untuk menambah 4-10 kalimat. Siswa dapat menambahkan karakter baru, peristiwa, deskripsi dan sebagainya.

8. Reporting
Sebelum datang ke kelas, siswa diminta untuk membaca koran atau majalah dan di kelas, mereka melaporkan kepada teman-teman mereka akan informasi apa yang mereka temukan sebagai berita yang paling menarik. Siswa juga dapat berbicara tentang apakah mereka telah mengalami apa pun yang layak untuk diberitahu teman-teman dalam kehidupan sehari-hari mereka di depan kelas.


Nah itu dia 8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use. Semoga teknik ini dapat diaplikasikan dengan baik. Selamat mencoba.

Related Posts:

Collaborative Strategic Reading untuk mengajar Reading

Hai teachers, bagaimana kabar teachers sekalian? I hope you are doing well. Pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi strategi yang bisa digunakan pada pelajaran reading. Adapun nama strategi ini adalah Collaborative Strategic Reading  (CSR). Lalu apakah CSR itu?


CSR adalah strategi yang membantu siswa untuk menggunakan berbagai strategi untuk membantu siswa memahami isi bacaan ketika sedang bekerja bersama kelompok. CSR ini sendiri terdiri atas beberapa tahapan yaitu Preview, Click and Clunk, Get the gist, dan Wrap up. Apakah teachers sekalian ingin tahu bagaimana penjelasan masing-masing tahapan dan cara implementasinya? Check this out…!!!

Berikut ini akan penulis jelaskan masing-masing tahapan dalam CSR. Namun, dalam mengimplementasikan strategi ini, siswa harus dikelompokan menjadi beberapa grup. Teks yang diberikan pun hendaknya didukung dengan gambar dan ilustrasi yang jelas yang mampu membantu siswa dalam memahami isi bacaan. Dalam pengimplementasian tiap tahapan, hendaknya teachers sekalian memberikan alokasi waktu yang pasti dan menghentikan tahapan apabila waktu telah habis dengan cara meniup peluit, bertepuk tangan, dsb. Adapun keseluruhan tahapan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Preview
Tahapan ini adalah tahapan dimana siswa melakukan preview terhadap keseluruhan isi teks sebelum mereka membaca dengan seksama. Tahapan preview ini bisa dilakukan dengan melihat gambar atau ilustrasi pendukung, membaca dengan cepat, memahami judul teks, memprediksi isi teks tersebut akan seperti apa, dll. Kegiatan preview ini juga bisa dilakukan dengan memberikan siswa beberapa pertanyaan yang membantu mereka memprediksi isi bacaan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangkitkan prior knowledge siswa akan topik bacaan. Lalu berikan siswa waktu untuk berdiskusi dengan temannya akan preview yang telah mereka lakukan.

Click dan Clunk
Pada tahapan ini, siswa membaca isi teks dengan lebih seksama dan menandai dengan clik apabila siswa mengetahui makna kalimat / isi bacaan masing-masing paragraph dan menandai dengan clunk apabila tidak memahami makna kalimat / isi bacaan masing-masing paragraph. Penandaan ini bisa dilakukan secara ingatan atau ditulis untuk memudahkan siswa dalam berdiskusi nantinya. Setelah waktu membaca telah berakhir, mintalah siswa untuk berdiskusi dengan temannya sehingga mereka bisa berdiskusi mengeni click dan clunk yang telah mereka dapatkan. Teachers sekalian bisa menanyakan secara umum clik dan clunk yang mereka dapatkan sehingga teachers bisa membantu siswa pada masalah clunk.

Get the gist
Ini adalah tahapan lanjut dimana siswa diminta untuk menyatakan kembali ide pokok dari masing-masing paragraph dengan kata-kata mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa akan isi bacaan. Kegiatan ini bisa secara verbal atau non-verbal. Teachers juga bisa membantu siswa dengan memberikan beberapa clue atau kata kunci agar mereka bisa focus mencari apa yang dimaksud. Pada tahapan ini, berikan siswa waktu untuk berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya.

Wrap up
Ini adalah tahapan selanjutnya dimana siswa diminta untuk merangkum seluruh isi bacaan dengan kata-kata mereka sendiri. Pada tahapan ini teachers bisa membantu siswa dengan memberikan kata kunci apa saja yang harus mereka jelaskan nantinya. Bisa merupakan pertanyaan 5W 1H. pada tahapan ini teachers sekalian bisa berpura-pura bahwa siswalah yang menjadi guru dan teachers sekalian dapat bertanya beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka aka nisi bacaan.


Adapun yang perlu diperhatikan dalam implementasi strategi ini adalah alokasi waktu yang harus benar-benar ditentukan untuk masing-masing tahapan. Sisanya, bisa teachers modifikasi sendiri. Selamat mencoba.

Related Posts:

Numbered Head Technique (NHT) untuk Kelas dengan Kemampuan Bahasa Inggris yang Bagus



Hai teachers, setelah sekian lama penulis tidak memosting artikel mengenai pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris, kini penulis datang lagi dan ingin membagikan strategi pembelajaran yang menarik. Strategi ini khusus diaplikasikan apabila kemampuan siswa teachers sekalian sudah outstanding atau memiliki pemahaman yang lebih. Cocok diterapkan pada kelas unggulan yang terdiri atas siswa-siswa yang unggul. Lalu, strategi apakah yang dimaksud? Numbered Head Technique atau disingkat NHT.

NHT adalah teori yang dikembangkan oleh Kagan (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa ntuk meninjau kembali materi yang ada dalam pelajaran dan untuk mengecek pemahaman siswa tentang isi dari pelajaran. NHT adalah teknik pembelajaran kooperatif yang merangkul setiap siswa untuk dapat mempertanggung jawabkan materi yang dijangkaunya.

Pada teknik ini, siswa ditempatkan dalam kelompok dan tiap orang diberikan nomor dari 1 sampai jumlah maksimal mereka dalam tiap kelompok. Guru kemudian memberikan pertanyaan dan siswa berdiskusi untuk menemukan jawabannya. Guru memanggil nomor tertentu sebagai pembicara untuk kelompoknya. Dengan memberikan siswa bekerjasama dalam kelompok, teknik ini mengharuskan setiap anggota untuk mengetahui jawaban atau hasil diskusi kelompok mereka. Siswa tidak akan tahu nomor berapa yang akan dipanggil sebagai pembicara, jadi setiap siswa harus siap.
Dalam melaksanakan teknik NHT, ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu:
a.       Numbering
Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4 – 6 orang dan memberika nomor ke tiap anggota kelompok.
b.      Questioning
Guru memberikan permasalahan kepada siswa.
c.       Head Together ( Think together )
Siswa berdiskusi untuk menemukan jawaban dari permasalaha yang diberikan.
d.      Answering
Guru memanggil nomor tertentu dari tiap- tiap kelompok sebagai pembicara kelompoknya. Nomor yang dipanggil harus mengangkat tangan dan mengemukakan  jawaban kepada siswa yang lainnya. Siswa dari kelompok yang berbeda bisa memberikan opini mereka untuk jawaban yang sudah dikemukakan.
e.       Evaluating
Guru mengevaluasi siswa secara individu berdasarkan pemahaman mereka tentang topik tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan melalui jawaban yang diberikan oleh siswa dan juag pekerjaan kelompok yang dinilai berdasarka kelayakan jawaban.

Keunggulan teknik ini adalah mampu meningkatkan prestasi siswa, pemahaman yang mendalam, mengembangkan sikap yang baik, mengembangkan jiwa kepemimpinan, meningkatkan rasa penasaran, mengembangkan skill untuk masa depan, mengembangkan rasa memiliki, dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, perlu diingat bahwa penerapan teknik ini sebaiknya diaplikasikan pada kelas yang kemampuannya bagus atau pada kelas Unggulan yang siswanya memiliki kemampuan berbicara yang bagus disertai pemahaman yang baik.

Selamat mencoba teachers sekalian. Good Luck.

Related Posts: