8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use


Hai teachers sekalian. How are you today? Are your students well? Kesempatan kali ini penulis ingin berbagi teknik-teknik umum yang biasa digunakan oleh teachers dalam mengajar speaking. Adapun judul kali ini penulis sebut dengan 8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use.
Apa saja delapan teknik itu? Check this out…!!!

1. Diskusi
Diskusi dapat di terapkan untuk berbagai macam alas an pada pelajaran speaking. Para siswa dapat berdiskusi sampai pada sebuah kesimpulan, berbagi ide tentang suatu peristiwa, atau mencari solusi dalam kelompok diskusi mereka. Tentunya, diskusi ini dilakukan dengan bahasa Inggris. Kontrol siswa teachers sekalian agar melakukan diskusi dengan bahasa Inggris. Sebelum diskusi, sangat penting bahwa tujuan dari kegiatan diskusi diatur oleh teachers. Dengan cara ini, titik diskusi yang relevan dengan tujuan ini, sehingga siswa tidak menghabiskan waktu mereka mengobrol satu sama lain tentang hal-hal yang tidak relevan. Sebagai contoh, siswa dapat terlibat dalam setuju / tidak setuju diskusi. Dalam jenis diskusi, teachers dapat membentuk kelompok siswa, sebaiknya 4 atau 5 di masing-masing kelompok. Kemudian masing-masing kelompok bekerja pada topik masing-masing sesuai kelompok untuk jangka waktu tertentu, dan menyajikan hasil diskusi mereka di depan kelas

2. “Role Play” (Bermain Peran)
Salah satu cara lain untuk meningkatkan skill berbicara siswa adalah dengan bermain role-playing. Siswa berpura-pura bahwa mereka berada dalam berbagai konteks sosial dan memiliki berbagai peran sosial. Dalam kegiatan “Role-Play ( bermain peran ), Teachers memberikan informasi kepada siswa atau peserta didik seperti siapa mereka dan apa yang mereka pikirkan atau rasakan. Dengan demikian, teachers dapat memberitahu siswa bahwa “Anda adalah Ariel, Anda pergi ke dokter dan menceritakan apa yang terjadi semalam, dan …” (Harmer, 1984)

3. Simulasi
Simulasi yang sangat mirip dengan permainan peran, tapi apa yang membuat simulasi berbeda dari peran memainkan adalah bahwa mereka lebih rumit. Dalam simulasi, siswa dapat membawa barang-barang ke kelas untuk menciptakan lingkungan yang realistis. Misalnya, jika seorang siswa bertindak sebagai penyanyi, dia membawa mikrofon untuk bernyanyi dan sebagainya. Memainkan peran dan simulasi memiliki banyak keuntungan. Pertama, karena simulasi menghibur dan memotivasi siswa. Kedua, menurut Harmer (1984) menunjukkan, Simulasi meningkatkan kepercayaan diri siswa, karena dalam bermain peran dan simulasi kegiatan, mereka akan memiliki peran yang berbeda dan tidak perlu berbicara sendiri, yang berarti mereka tidak harus mengambil tanggung jawab yang sama.

4. Information Gap
Dalam kegiatan ini, siswa harus berpasangan. Seorang siswa akan memiliki informasi bahwa pasangan lain tidak miliki. Tentunya untuk memiliki informasi yang akan dibagi, siswa harus mencari sendiri bahan informasinya terlebih dahulu. Oleh karena itu, teachers sekalian bisa memberikan topic sehari sebelumnya agar siswa datang ke kelas dengan informasi yang siap mereka bagi dengan temannya. Kegiatan information gap ini memiliki tujuan seperti pemecahan masalah atau mengumpulkan informasi. Juga, masing-masing pasangan memainkan peran penting karena tugas tidak dapat diselesaikan jika mitra tidak memberikan informasi yang lain butuhkan. Kegiatan ini efektif karena setiap orang memiliki kesempatan untuk berbicara secara luas dalam Bahasa inggris.

5. Story Telling (Mendongeng)
Siswa dapat secara singkat meringkas kisah atau cerita yang mereka dengar dari orang sebelumnya, atau mereka mungkin membuat cerita mereka sendiri untuk memberitahu teman-teman sekelas mereka. Story telling menumbuhkan pemikiran kreatif. Hal ini juga membantu siswa mengekspresikan ide-ide dalam bentuk awal, pengembangan, dan hasil akhir, termasuk karakter dan setting sebuah cerita harus dimiliki. Siswa juga dapat memberitahu teka-teki atau lelucon. Misalnya, pada awal setiap sesi kelas, teachers dapat memanggil beberapa siswa untuk menceritakan teka-teki pendek atau lelucon sebagai pembuka. Dengan cara ini, teachers tidak hanya akan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, tetapi juga mendapatkan perhatian dari kelas.

6. Interview (Wawancara)
Siswa dapat melakukan wawancara pada topik yang dipilih dengan berbagai orang. Ini adalah ide yang baik bahwa teachers memberikan rubrik kepada siswa sehingga mereka tahu apa jenis pertanyaan mereka nantinya. Dari rubric ini, mereka diminta untuk menyusun pertanyaan mereka sendiri atau, teachers juga bisa memberikan rubric yang sudah berisikan pertanyaan (Interview guide). Kegiatan ini memberi siswa kesempatan untuk berlatih kemampuan berbicara mereka tidak hanya di kelas tetapi juga di luar dan membantu mereka menjadi lebih bersosialisasi.

7. Story Completion
Teknik ini sangat menyenangkan, seluruh kelas, bebas berbicara kegiatan yang mana siswa duduk membentuk lingkaran. Untuk kegiatan ini, teachers mulai bercerita, tapi setelah beberapa kalimat dia berhenti bercerita. Kemudian, setiap siswa mulai melanjutkan dari titik di mana sebelumnya berhenti. Setiap siswa harus untuk menambah 4-10 kalimat. Siswa dapat menambahkan karakter baru, peristiwa, deskripsi dan sebagainya.

8. Reporting
Sebelum datang ke kelas, siswa diminta untuk membaca koran atau majalah dan di kelas, mereka melaporkan kepada teman-teman mereka akan informasi apa yang mereka temukan sebagai berita yang paling menarik. Siswa juga dapat berbicara tentang apakah mereka telah mengalami apa pun yang layak untuk diberitahu teman-teman dalam kehidupan sehari-hari mereka di depan kelas.


Nah itu dia 8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use. Semoga teknik ini dapat diaplikasikan dengan baik. Selamat mencoba.

Related Posts:

0 Response to "8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use"

Post a Comment