Artikel Lainnya

Friday, February 19, 2016

2:46 AM

Strategi PARTS untuk Mengajar Reading


Hai teachers sekalian… bagaimana proses mengajar teachers sekalian? Semoga lancar Jaya…!!! Pada kesempata ini penulis kembali ingin berbagi sebuah strategi yang bisa digunakan untuk mengajar reading. Adapun nama strategi ini adalah PARTS. Lalu, apa itu PARTS? Penasaran? Check this out…!!!

Strategi PARTS adalah strategi yang cocok digunakan pada kegiatan membaca yang sangat efektif. Strategi ini diusulkan oleh Rainy pada tahun 2002. Strategi ini tidak hanya akan membantu siswa untuk menikmati bacaan mereka, tetapi juga membantu siswa untuk membaca dengan cepat dan megingat poin utama dalam bacaan. PARTS terdiri dari Preview, Anticipating, Reading and Re-reading, think Critically, dan Summarizing.


Berikut ini adalah tahapan strategi PARTS.
Previewing
Bagian pertama dari strategi ini adalah preview (meninjau). Langkah meninjau dalam membaca akan membantu pembaca untuk mempersiapkan pikiran mereka untuk menerima informasi dalam teks bacaan (Potter, 2008). Dalam rangka mempersiapkan pikiran pembaca ada beberapa langkah yang dirumuskan oleh Langan (2002) dalam meninjau teks, yaitu: mempelajari judul dari bacaan, membaca dengan cepat paragraf pertama dan terakhir, serta melihat sekilas gambar, nama penulis, dan grafik dalam teks. Dengan melakukan kegiatan tersebut, pembaca akan mendapatkan gambaran dari isi, arah dan tujuan bacaan, mereka juga dapat lebih mudah memahami dan mengingat informasi. Tahapan preview ini bisa diimplementasikan selama 10 atau 15 menit tergantung dari panjangnya teks yang diberikan.

Anticipating
Menurut Reading Rockets (2013) mengantisipasi adalah strategi pemahaman yang digunakan sebelum membaca untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa dan membangun rasa ingin tahu tentang topik baru. Dalam proses antisipasi, pembaca mencoba menebak apa yang dibicarakan dalam bacaan sehingga mereka bisa mengantisipasi apabila mereka tidak tahu apa yang dimaksud dalam bacaan. Kegiatan di dalam anticipating ini kebanyakan berupa memprediksi apa yang akan muncul di dalam bacaan atau mencari tahu sendiri informasi lain yang berhubungan dengan teks sebagai langkah antisipasi apabila tidak mengetahui informasi di dalam teks. Kegiatan ini bisa dilakukan selama 10 menit.

Reading and Re-reading
Langkah ini dapat dibagi menjadi dua kegiatan. Kegiatan pertama adalah pembaca melakukan pembacaan cepat. Selama membaca cepat, pembaca membaca teks dalam hati dan cepat sementara menandai setiap kata-kata asing, tapi tidak berhenti untuk menemukan maknanya dan kemudian membaca kembali bacaan tersebut. Ketika pertama kali membaca, siswa tidak harus khawatir tentang memahami segala sesuatu, karena dalam kedua kali membaca pembaca akan memiliki kesempatan untuk membaca kembali teks lebih lambat dan menemukan arti dari kata-kata yang tidak diketahui sementara menandai beberapa poin penting. Kegiatan reading dapat dilakukan selama 5-10 menit dan re-reading bisa dilakukan selama 10-15 menit.

Think Critically
Dalam berpikir kritis pembaca harus menggunakan pengetahuan mereka sendiri untuk berpikir tentang pesan yang terkandung dalam teks. Selama langkah ini, siswa akan diberikan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa dalam berpikir teks lebih kritis. Kegiatan ini dapat dilakukan selama 15-20 menit. Alokasi pada tahapan ini lebih banyak dibandingkan tahapan lainnya dikarenakan siswa diminta untuk berpikir secara kritis dan menghubungkan informasi yang mereka ketahui dengan informasi yang mereka dapatkan dari membaca.

Summarizing.
Dengan meringkas, pembaca akan meningkatkan daya pemahaman mereka. Jadi pada langkah ini, siswa diminta untuk meringkas informasi dari seluruh teks. Kegiatan meringkas ini juga bisa dilakukan dengan menggaris bawahi informasi-informasi penting dan kemudian mengumpulkan menjadi satu sehingga lebih mudah dalam proses meringkas. Kegiatan ini bisa dilakukan selama 10 menit.

Namun, pembelajaran yang baik adalah pelajaran yang mampu memberikan umpan balik kepada siswa teachers sekalian oleh karena itu, setelah strategi PARTS selesai dilakukan, teachers bisa membahas informasi apa saja yang telah mereka dapatkan dari membaca teks yang telah diberikan. Maka, siapkanlah beberapa pertanyaan yang bisa menjadi umpan balik bagi pembelajaran siswa teachers sekalian.


Mungkin teachers sekalian sudah tidak sabar untuk menggunakan strategi ini. Segera persiapkan segalanya. Selamat mencoba.

Thursday, February 18, 2016

6:32 AM

Strategi "PLEASE" Untuk Pelajaran Writing


Hai teachers sekalian, sedang apa teachers sekalian? Pasti sedang membaca artikel di proenglishteacher ya? Hehehe. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin berbagi sebuah strategi dalam pelajaran menulis. Adapun nama strategi ini adalah P.L.E.A.S.E. Lalu, strategi apakah PLEASE ini? Check this out…!!!

Singkatan dari P.L.E.A.S.E  adalah Pick,  List,  Evaluate,  Activate, Supply, dan End. Strategi ini sangat cocok digunakan untuk menulis konten yang tidak terlalu panjang atau hanya beberapa paragraph pendek saja. Jadi strategi ini baiknya digunakan untuk kemampuan dasar menulis. Adapun prosedur dari PLEASE ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pick : Memilih Topik yang terbaik
Pada bagian ini teachers sekalian memandu siswa untuk memilih topic terbaik sebagai dasar tulisan mereka. Teachers bisa membiarkan siswa mencari topic mereka sendiri atau bisa teachers pandu bagi mereka yang kesusahan.

List : Susun Ide-ide tentang topic  itu
Pada bagian ini, mintalah siswa teachers sekalian untuk mendaftar ide-ide apa saja yang akan dituangkan di dalam tulisan yang terkait dengan topic yang telah dipilih.baiknya ide-ide itu disusun secara berurutan atau secara kronologi agar lebih mudah bagi siswa untuk mengembangkannya (Teachers bisa membantu siswa dalam menyusun ide).

Evaluate : Evaluasi daftar ide-ide
Pada bagian ini, mintalah siswa untuk mengevalusi susunan ide yang sudah mereka tulis. Siswa harus mengevalusi susunan ide mereka dan meyakini bahwa ide-ide mereka cocok untuk mendukung topik.

Activate : Menghidupkan setiap paragraf dengan sebuah kalimat topik
Pada bagian mintalah siswa untuk mengembangkan topic yang sudah dipilih sebuah kalimat yang komplit. Pastikan siswa tahu bahwa kalimat pertama pada sebuah paragraf menjelaskan topik utama. Kalimat topic atau disebut dengan main idea bisa ditempatkan di awal atau diakhir paragraph.

Supply: Memberikan kalimat pendukung
Pada bagian ini, siswa menyusun kalimat-kalimat pendukung yang berasal dari ide-ide yang sudah ditulis sebelumnya. Pastikan bahwa kalimat-kalimat pendukung ini mendukung kalimat topik yang telah ditulis sebelumnya.

End: Selesaikan dengan sebuah paragraf kesimpulan sebagai ringkasan
Pada bagian terakhir ini, ingatkan siswa agar menyelesaikan tulisannya dan membuat sebuah paragraph yang merupakan ringkasan dari paragraf-paragraf sebelumnya.

Nah itu dia Strategi PLEASE. Sangat mudah bukan? Di dalam penerapannya, teachers sekalian bisa memodifikasi masing-masing tahapan ini. Semoga membantu dan selamat mencoba.



6:02 AM

8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use


Hai teachers sekalian. How are you today? Are your students well? Kesempatan kali ini penulis ingin berbagi teknik-teknik umum yang biasa digunakan oleh teachers dalam mengajar speaking. Adapun judul kali ini penulis sebut dengan 8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use.
Apa saja delapan teknik itu? Check this out…!!!

1. Diskusi
Diskusi dapat di terapkan untuk berbagai macam alas an pada pelajaran speaking. Para siswa dapat berdiskusi sampai pada sebuah kesimpulan, berbagi ide tentang suatu peristiwa, atau mencari solusi dalam kelompok diskusi mereka. Tentunya, diskusi ini dilakukan dengan bahasa Inggris. Kontrol siswa teachers sekalian agar melakukan diskusi dengan bahasa Inggris. Sebelum diskusi, sangat penting bahwa tujuan dari kegiatan diskusi diatur oleh teachers. Dengan cara ini, titik diskusi yang relevan dengan tujuan ini, sehingga siswa tidak menghabiskan waktu mereka mengobrol satu sama lain tentang hal-hal yang tidak relevan. Sebagai contoh, siswa dapat terlibat dalam setuju / tidak setuju diskusi. Dalam jenis diskusi, teachers dapat membentuk kelompok siswa, sebaiknya 4 atau 5 di masing-masing kelompok. Kemudian masing-masing kelompok bekerja pada topik masing-masing sesuai kelompok untuk jangka waktu tertentu, dan menyajikan hasil diskusi mereka di depan kelas

2. “Role Play” (Bermain Peran)
Salah satu cara lain untuk meningkatkan skill berbicara siswa adalah dengan bermain role-playing. Siswa berpura-pura bahwa mereka berada dalam berbagai konteks sosial dan memiliki berbagai peran sosial. Dalam kegiatan “Role-Play ( bermain peran ), Teachers memberikan informasi kepada siswa atau peserta didik seperti siapa mereka dan apa yang mereka pikirkan atau rasakan. Dengan demikian, teachers dapat memberitahu siswa bahwa “Anda adalah Ariel, Anda pergi ke dokter dan menceritakan apa yang terjadi semalam, dan …” (Harmer, 1984)

3. Simulasi
Simulasi yang sangat mirip dengan permainan peran, tapi apa yang membuat simulasi berbeda dari peran memainkan adalah bahwa mereka lebih rumit. Dalam simulasi, siswa dapat membawa barang-barang ke kelas untuk menciptakan lingkungan yang realistis. Misalnya, jika seorang siswa bertindak sebagai penyanyi, dia membawa mikrofon untuk bernyanyi dan sebagainya. Memainkan peran dan simulasi memiliki banyak keuntungan. Pertama, karena simulasi menghibur dan memotivasi siswa. Kedua, menurut Harmer (1984) menunjukkan, Simulasi meningkatkan kepercayaan diri siswa, karena dalam bermain peran dan simulasi kegiatan, mereka akan memiliki peran yang berbeda dan tidak perlu berbicara sendiri, yang berarti mereka tidak harus mengambil tanggung jawab yang sama.

4. Information Gap
Dalam kegiatan ini, siswa harus berpasangan. Seorang siswa akan memiliki informasi bahwa pasangan lain tidak miliki. Tentunya untuk memiliki informasi yang akan dibagi, siswa harus mencari sendiri bahan informasinya terlebih dahulu. Oleh karena itu, teachers sekalian bisa memberikan topic sehari sebelumnya agar siswa datang ke kelas dengan informasi yang siap mereka bagi dengan temannya. Kegiatan information gap ini memiliki tujuan seperti pemecahan masalah atau mengumpulkan informasi. Juga, masing-masing pasangan memainkan peran penting karena tugas tidak dapat diselesaikan jika mitra tidak memberikan informasi yang lain butuhkan. Kegiatan ini efektif karena setiap orang memiliki kesempatan untuk berbicara secara luas dalam Bahasa inggris.

5. Story Telling (Mendongeng)
Siswa dapat secara singkat meringkas kisah atau cerita yang mereka dengar dari orang sebelumnya, atau mereka mungkin membuat cerita mereka sendiri untuk memberitahu teman-teman sekelas mereka. Story telling menumbuhkan pemikiran kreatif. Hal ini juga membantu siswa mengekspresikan ide-ide dalam bentuk awal, pengembangan, dan hasil akhir, termasuk karakter dan setting sebuah cerita harus dimiliki. Siswa juga dapat memberitahu teka-teki atau lelucon. Misalnya, pada awal setiap sesi kelas, teachers dapat memanggil beberapa siswa untuk menceritakan teka-teki pendek atau lelucon sebagai pembuka. Dengan cara ini, teachers tidak hanya akan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, tetapi juga mendapatkan perhatian dari kelas.

6. Interview (Wawancara)
Siswa dapat melakukan wawancara pada topik yang dipilih dengan berbagai orang. Ini adalah ide yang baik bahwa teachers memberikan rubrik kepada siswa sehingga mereka tahu apa jenis pertanyaan mereka nantinya. Dari rubric ini, mereka diminta untuk menyusun pertanyaan mereka sendiri atau, teachers juga bisa memberikan rubric yang sudah berisikan pertanyaan (Interview guide). Kegiatan ini memberi siswa kesempatan untuk berlatih kemampuan berbicara mereka tidak hanya di kelas tetapi juga di luar dan membantu mereka menjadi lebih bersosialisasi.

7. Story Completion
Teknik ini sangat menyenangkan, seluruh kelas, bebas berbicara kegiatan yang mana siswa duduk membentuk lingkaran. Untuk kegiatan ini, teachers mulai bercerita, tapi setelah beberapa kalimat dia berhenti bercerita. Kemudian, setiap siswa mulai melanjutkan dari titik di mana sebelumnya berhenti. Setiap siswa harus untuk menambah 4-10 kalimat. Siswa dapat menambahkan karakter baru, peristiwa, deskripsi dan sebagainya.

8. Reporting
Sebelum datang ke kelas, siswa diminta untuk membaca koran atau majalah dan di kelas, mereka melaporkan kepada teman-teman mereka akan informasi apa yang mereka temukan sebagai berita yang paling menarik. Siswa juga dapat berbicara tentang apakah mereka telah mengalami apa pun yang layak untuk diberitahu teman-teman dalam kehidupan sehari-hari mereka di depan kelas.


Nah itu dia 8 Teknik Mengajar Berbicara Teachers Must Use. Semoga teknik ini dapat diaplikasikan dengan baik. Selamat mencoba.
5:38 AM

Collaborative Strategic Reading untuk mengajar Reading

Hai teachers, bagaimana kabar teachers sekalian? I hope you are doing well. Pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi strategi yang bisa digunakan pada pelajaran reading. Adapun nama strategi ini adalah Collaborative Strategic Reading  (CSR). Lalu apakah CSR itu?


CSR adalah strategi yang membantu siswa untuk menggunakan berbagai strategi untuk membantu siswa memahami isi bacaan ketika sedang bekerja bersama kelompok. CSR ini sendiri terdiri atas beberapa tahapan yaitu Preview, Click and Clunk, Get the gist, dan Wrap up. Apakah teachers sekalian ingin tahu bagaimana penjelasan masing-masing tahapan dan cara implementasinya? Check this out…!!!

Berikut ini akan penulis jelaskan masing-masing tahapan dalam CSR. Namun, dalam mengimplementasikan strategi ini, siswa harus dikelompokan menjadi beberapa grup. Teks yang diberikan pun hendaknya didukung dengan gambar dan ilustrasi yang jelas yang mampu membantu siswa dalam memahami isi bacaan. Dalam pengimplementasian tiap tahapan, hendaknya teachers sekalian memberikan alokasi waktu yang pasti dan menghentikan tahapan apabila waktu telah habis dengan cara meniup peluit, bertepuk tangan, dsb. Adapun keseluruhan tahapan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Preview
Tahapan ini adalah tahapan dimana siswa melakukan preview terhadap keseluruhan isi teks sebelum mereka membaca dengan seksama. Tahapan preview ini bisa dilakukan dengan melihat gambar atau ilustrasi pendukung, membaca dengan cepat, memahami judul teks, memprediksi isi teks tersebut akan seperti apa, dll. Kegiatan preview ini juga bisa dilakukan dengan memberikan siswa beberapa pertanyaan yang membantu mereka memprediksi isi bacaan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangkitkan prior knowledge siswa akan topik bacaan. Lalu berikan siswa waktu untuk berdiskusi dengan temannya akan preview yang telah mereka lakukan.

Click dan Clunk
Pada tahapan ini, siswa membaca isi teks dengan lebih seksama dan menandai dengan clik apabila siswa mengetahui makna kalimat / isi bacaan masing-masing paragraph dan menandai dengan clunk apabila tidak memahami makna kalimat / isi bacaan masing-masing paragraph. Penandaan ini bisa dilakukan secara ingatan atau ditulis untuk memudahkan siswa dalam berdiskusi nantinya. Setelah waktu membaca telah berakhir, mintalah siswa untuk berdiskusi dengan temannya sehingga mereka bisa berdiskusi mengeni click dan clunk yang telah mereka dapatkan. Teachers sekalian bisa menanyakan secara umum clik dan clunk yang mereka dapatkan sehingga teachers bisa membantu siswa pada masalah clunk.

Get the gist
Ini adalah tahapan lanjut dimana siswa diminta untuk menyatakan kembali ide pokok dari masing-masing paragraph dengan kata-kata mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa akan isi bacaan. Kegiatan ini bisa secara verbal atau non-verbal. Teachers juga bisa membantu siswa dengan memberikan beberapa clue atau kata kunci agar mereka bisa focus mencari apa yang dimaksud. Pada tahapan ini, berikan siswa waktu untuk berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya.

Wrap up
Ini adalah tahapan selanjutnya dimana siswa diminta untuk merangkum seluruh isi bacaan dengan kata-kata mereka sendiri. Pada tahapan ini teachers bisa membantu siswa dengan memberikan kata kunci apa saja yang harus mereka jelaskan nantinya. Bisa merupakan pertanyaan 5W 1H. pada tahapan ini teachers sekalian bisa berpura-pura bahwa siswalah yang menjadi guru dan teachers sekalian dapat bertanya beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka aka nisi bacaan.


Adapun yang perlu diperhatikan dalam implementasi strategi ini adalah alokasi waktu yang harus benar-benar ditentukan untuk masing-masing tahapan. Sisanya, bisa teachers modifikasi sendiri. Selamat mencoba.

Wednesday, February 17, 2016

5:49 PM

Numbered Head Technique (NHT) untuk Kelas dengan Kemampuan Bahasa Inggris yang Bagus



Hai teachers, setelah sekian lama penulis tidak memosting artikel mengenai pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris, kini penulis datang lagi dan ingin membagikan strategi pembelajaran yang menarik. Strategi ini khusus diaplikasikan apabila kemampuan siswa teachers sekalian sudah outstanding atau memiliki pemahaman yang lebih. Cocok diterapkan pada kelas unggulan yang terdiri atas siswa-siswa yang unggul. Lalu, strategi apakah yang dimaksud? Numbered Head Technique atau disingkat NHT.

NHT adalah teori yang dikembangkan oleh Kagan (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa ntuk meninjau kembali materi yang ada dalam pelajaran dan untuk mengecek pemahaman siswa tentang isi dari pelajaran. NHT adalah teknik pembelajaran kooperatif yang merangkul setiap siswa untuk dapat mempertanggung jawabkan materi yang dijangkaunya.

Pada teknik ini, siswa ditempatkan dalam kelompok dan tiap orang diberikan nomor dari 1 sampai jumlah maksimal mereka dalam tiap kelompok. Guru kemudian memberikan pertanyaan dan siswa berdiskusi untuk menemukan jawabannya. Guru memanggil nomor tertentu sebagai pembicara untuk kelompoknya. Dengan memberikan siswa bekerjasama dalam kelompok, teknik ini mengharuskan setiap anggota untuk mengetahui jawaban atau hasil diskusi kelompok mereka. Siswa tidak akan tahu nomor berapa yang akan dipanggil sebagai pembicara, jadi setiap siswa harus siap.
Dalam melaksanakan teknik NHT, ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu:
a.       Numbering
Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4 – 6 orang dan memberika nomor ke tiap anggota kelompok.
b.      Questioning
Guru memberikan permasalahan kepada siswa.
c.       Head Together ( Think together )
Siswa berdiskusi untuk menemukan jawaban dari permasalaha yang diberikan.
d.      Answering
Guru memanggil nomor tertentu dari tiap- tiap kelompok sebagai pembicara kelompoknya. Nomor yang dipanggil harus mengangkat tangan dan mengemukakan  jawaban kepada siswa yang lainnya. Siswa dari kelompok yang berbeda bisa memberikan opini mereka untuk jawaban yang sudah dikemukakan.
e.       Evaluating
Guru mengevaluasi siswa secara individu berdasarkan pemahaman mereka tentang topik tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan melalui jawaban yang diberikan oleh siswa dan juag pekerjaan kelompok yang dinilai berdasarka kelayakan jawaban.

Keunggulan teknik ini adalah mampu meningkatkan prestasi siswa, pemahaman yang mendalam, mengembangkan sikap yang baik, mengembangkan jiwa kepemimpinan, meningkatkan rasa penasaran, mengembangkan skill untuk masa depan, mengembangkan rasa memiliki, dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, perlu diingat bahwa penerapan teknik ini sebaiknya diaplikasikan pada kelas yang kemampuannya bagus atau pada kelas Unggulan yang siswanya memiliki kemampuan berbicara yang bagus disertai pemahaman yang baik.

Selamat mencoba teachers sekalian. Good Luck.

Tuesday, June 2, 2015

12:49 AM

Strategi untuk Mengajar Writing: PLAN and WRITE Strategy

Hai teachers… Ketika berbicara mengenai pelajaran menulis (writing), hal yang sering terjadi adalah guru menyuruh siswa mereka menulis tanpa menyuruh siswa untuk membuat sebuah draft atau rancangan tulisan. Proses drafting ini sangat penting untuk di lakukan di pelajaran writing. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin berbagi sebuah strategi yang mengikut sertakan proses drafting dalam proses menulis sebuah essay. Adapun strategi yang ingin penulis bahas adalah strategi PLAN dan WRITE. Apa teachers tertarik untuk mengetahui lebih jauh? Check this out…!!!


Strategi PLAN dan WRITE adalah salah satu strategi dari strategi metacognitif dimana sebuah strategi yang diimplementasikan untuk membentuk pembelajaran mandiri. Sesungguhnya strategi PLAN dan WRITE adalah langkah mnemonik dari strategi itu sendiri. Mnemonik digunakan untuk membantu para siswa dalam mengingat langkah dari strategi. Adapun tahapan dari strategi PLAN dan WRITE dapat dijelaskan sebagai berikut:
PLAN: Perencanaan
P : Pay attention to the prompt (Perhatikan tugas/suruhan yang diberikan)
Strategi pertama ini terfokus untuk membantu para siswa agar sepenuhnya memikirkan topik dengan mengidentifikasikan  hal berikut ini:
  • Apa yang diminta untuk ditulis
  • Bagaimana seharusnya siswa mengembangkan paragrafnya

Berikut ini adalah ilustrasi yang bisa digunakan: “Pikirkan salah satu dari pemandangan indah yang pernah kalian lihat. Tulislah sebuah paragraf yang menceritakan pemandangan yang kalian pilih”

L: List the Main Ideas (Susunlah ide-ide pokok)
Pada langkah ini para siswa akan diminta untuk memutuskan satu topik dan mereka memproduksi gagasan-gagasan dari satu ide pokok tersebut, jika para siswa hanya membuat satu paragraf pada saat itu. Siswa diharapkan mampu membuat gagasan-gagasan sebanyak ide pokok yang telah disediakan.

A: Add Supporting Details (Tambahkan ide-ide pendukung)
Ketika para siswa diharapkankan untuk menulis sebuah paragraf yang panjang, mintalah siswa agar menambahkan setidaknya enam ide pendukung yang mendukung ide pokok. Siswa dianjurkan untuk mengulang langkah kedua jika mereka tidak mampu untuk memproduksi ide pendukung yang sesuai.

N: Number your ideas (nomorkan ide-ide)
Pada langkah ini, mintalah siswa untuk mengurutkan ide pendukung, berurutan  sesuai penggunaannya di dalam tulisan yang akan mereka tulis, dan urutkan ide-ide tersebut dengan benar.

Mnemonic PLAN digunakan pada saat proses perencanaan dalam membuat rangkuman sebelum mereka melanjutkan ke menulis yang sesungguhnya. Lalu siswa mengikuti  langkah-langkah mnemonik yang kedua yaitu WRITE untuk membantunya melanjutkan proses perencanaan sembari memfokuskan perhatiannya mengenai bagaimana caranya menulis yang baik. Adapun tahapan dari WRITE dapat dijelaskan sebagai berikut:

WRITE: Menulis
W: Work from your plan to develop your thesis statement (Memulai mengerjakan tulisan dari rencana (Draft) mengembangkan pernyataan tesis (Tulisan))
Ini akan mengingatkan para siswa untuk memasukkan ide dari rancangan mereka ke dalam tulisan mereka atau kalimat pokok pada saat menulis. Pada saat ini, guru berkata: “Sampaikan pada pembaca apa yang akan kamu sampaikan”. Setelah kalimat pokok ditulis, mintalah siswa untuk menyusun konsep berdasarkan pada rencana pada saat mengerjakan langkah kedua.

R: Remember your goal (Ingatlah tujuanmu)
Siswa harus mengingat tujuan dari menulis itu sendiri. Guru dan siswa dapat berdiskusi mengenai di mana atau pada paragraph mana tujuan tersebut akan dicantumkan. Pada langkah ini, siswa memulai untuk merangkai tulisan sesuai dengan rencana.

I: Include transition words (sertakan kata-kata penghubung)
Pada tahapan ini, siswa bisa mencari kata-kata penghubung yang menarik dan sesuai untuk digunakan. Di sini guru bisa membantu siswa dengan memberikan beberapa kata-kata penghubung yang bisa digunakan oleh siswa.

T: Try to use different kinds of sentences (Cobalah menggunakan berbagai jenis kalimat)
Pada tahapan ini, siswa diharapkan mampu menggunakan beberapa jenis kalimat. Baik itu menggunakan beberapa tenses yang sesuai ataupun kalimat yang sesuai dengan tujuannya seperti kalimat deskriptif, persuasive, dsb.

E: Exciting (Menarik)
Tulisan yang dibuat oleh siswa hendaknya mampu menarik perhatian pembaca. Oleh karena itu, pada tahapan ini siswa harus membaca kembali tulisan mereka dan melihat kembali apakah tulisan mereka sudah menarik atau belum sehingga siswa bisa merevisi kembali tulisan mereka apabila dirasa ada yang kurang sesuai.

Setelah menjelaskan mengenai tahapan pada strategi PLAN dan WRITE apakah teachers sekalian tertarik untuk menggunakan strategi ini? Semoga strategi ini dapat membantu teachers sekalian.

(Gek Dewi)

Sunday, May 31, 2015

7:03 PM

Model Pembelajaran RDTR untuk Mengajar Bahasa Inggris

Hai teachers… Ketika teachers dihadapkan dengan mengajar bahasa Inggris yang harus mengeintegrasikan beberapa kompetensi berbahasa dalam satu kali pengajaran, terkadang teachers sekalian akan kebingungan mencari model pembelajaran yang sesuai. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin membahas sebuah model pembelajaran yang bisa digunakan untuk kondisi yang telah disebutkan di atas. Adapun model pembelajaran yang akan penulis bahas adalah Reading, Drawing, Talking, dan Revising Model (RDTR Model). Lalu apakah model pembelajaran RDTR itu? Check this out…!!!


Model pembelajaran RDTR merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan di mana siswa berusaha untuk menemukan informasi dengan kata-katanya sendiri. Model pembelajaran ini mampu membantu siswa belajar untuk menemukan suatu informasi menggunakan kata-katanya sendiri, mengulang kembali dan menulis ide-ide mereka diatas kertas, dan meningkatkan pendengaran dan keterampilan mereka dalam berbicara. Model pembelajaran RDTR ini merupakan model pembelajaran alternatif yang memberikan jalan yang berbeda untuk anak-anak yang tidak suka membaca tapi suka menggambar. Itu merupakan model pembelajaran yang bermanfaat ketika diterapkan di dalam kelas untuk meningkatkan pengertian siswa di dalam membaca. Siswa akan memahami kemampuannya untuk melihat apa yang mereka baca untuk membangun informasi tersebut.

Sesuai dengan namanya, model pembelajaran RDTR terdiri atas 4 tahapan yang bisa dijelaskan sebagai berikut:
Membaca
Pada tahapan ini, siswa diminta untuk membaca materi pada waktu yang telah ditentukan dan meminta mereka untuk menemukan kata-kata yang sulit di dalam kamus  untuk mengerti dengan materi yang telah diberikan sebelum langkah selanjutnya dilakukan (Kegiatan mencari kata sulit ini dilakukan selama 2-5 menit).

Menggambar
Pada tahapan ini, siswa diminta untuk menggambar diatas kertas, setiap siswa membuat sketsa ilustrasi tentang materi yang telah dibaca. Mereka bisa menggunakan label untuk meningkatkan pemahamannya, selama kurang lebih 10 menit.

Berbicara
Setelah mereka selesai menggambar, guru meminta kepada siswa untuk menemukan pasangannya atau membuat grup, 1 grup sebagai grup A dan yang lainnya sebagai grup B. Grup A harus memberi tahu grup B mengenai informasi yang mereka telah dapatkan sebanyak yang bisa mereka ingat tanpa melihat materi dan harus berbicara selama 1 menit (Siswa menggunakan gambar yang telah mereka buat sebagai bahan untuk presentasi). Apabila waktu akan berakhir, sebut waktunya di akhir 1 menit itu dan memutar balikkan prosesnya. Grup B juga melakukan aktivitas yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh grup A, tetapi jika memungkinkan harus mencoba untuk berbicara dengan cara yang berbeda. Grup pendengar membutuhkan konsentrasi yang penuh tanpa menyela grup yang sedang berbicara.

Merevisi
Selanjutnya langkah terakhir dari model pembelajaran ini, siswa boleh menukar materinya dengan teman yang lain atau grup yang lain, setelah itu revisi gambar mereka dengan rinci dan teliti (Sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan dari presentasi sebelumnya). Guru mencoba untuk merevisi kesalahan-kesalahan dari mereka.


Nah itulah sebuah model pembelajaran alternative yang teachers sekalian bisa gunakan dalam mengajar kompetensi berbahasa yang diintegrasikan dalam satu pelajaran. Semoga model pembelajaran ini bisa membantu teachers sekalian.

(Fitrianti)

Saturday, May 30, 2015

9:18 PM

Strategi untuk Mengajar Reading: Gallery Walk Strategy

Hai teachers… Pada kesempatan sebelumnya penulis sempat berbagi beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengajar reading. Masih mengenai mengajar reading, Kali ini penulis ingin menjelaskan mengenai sebuah strategi yang memanfaatkan gambar dalam pengimplementasiannya. Strategi ini sangat cocok digunakan terkait dengan teks narrative, recount, descriptive, dan procedure. Adapun strategi yang ingin penulis bahas kali ini yaitu Gallery Walk Strategy. Apakah teachers sekalian ingin mengetahui lebih mendalam mengenai strategi ini? Check this out…!!!


Gallery Walk Strategy ini biasa disebut sebagai galeri berjalan di mana teachers sekalian dapat menggunakan gambar yang sesuai dengan teks yang diberikan sebagai salah satu media yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami isi bacaan. Gambar ini bisa berupa series atau dipasang secara berurutan layaknya sebuah pameran lukisan. Teachers sekalian juga bisa menambahkan penggalan teks yang ada di bawah gambar sehingga siswa tidak hanya melihat gambar, tetapi juga dapat melihat cerita terkait gambar tersebut. Menurut Wright (2006) manfaat dari strategi ini adalah :
  • Merangsang minat siswa dalam membaca teks
  • Membantu siswa fokus pada isyarat visual dalam membaca teks
  • Membantu siswa untuk menghubungkan pengalaman pribadi mereka terkait dengan teks
  • Memberikan dasar untuk diskusi elemen bahasa dan cerita-cerita yang berhubungan
  • Meningkatkan pemahaman siswa
  • Membangun keterampilan yang diperlukan untuk membaca secara mandiri


Dalam pengimplementasian strategi ini, siswa dapat membawa catatan yang nantinya digunakan untuk mencari informasi-informasi yang dianggap penting yang bisa dicatat untuk kemudian dapat dibuatkan ringkasan oleh siswa yang bersangkutan.

Adapun prosedur penerapan Gallery Walk Strategy ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Sebelum memulai pelajaran, guru sudah mempersiapkan semua gambar, ilustrasi, dan teks yang akan digunakan dan dipajang secara berurutan layaknya sebuah gallery lukisan.
  2. Memulai pelajaran dengan membangkitkan prior knowledge siswa dan memberitahukan topic dan judul teks yang akan dibahas. Mintalah siswa untuk mempersiapan buku catatan untuk mencatat informasi yang nantinya didapatkan.
  3. Mintalah siswa untuk menulis prediksi-prediksi terkait dengan isi teks yang nantinya akan dibaca.
  4. Mintalah siswa untuk mengobservasi gambar dan membaca penggalan teks yang ada di bawah gambar yang mereka amati. Melalui observasi ini,mereka dapat mengkonfirmasi pertanyaan-pertanyaan yang mereka telah susun sebelumnya.
  5. Setelah selesai mengamati gambar dan membaca seluruh penggalan teks, siswa diminta untuk membuat ringkasan dengan bahasa mereka sendiri.
  6. Guru membahas teks yang diberikan dengan menunjukkan kembali gambar-gambar yang digunakan secara berurutan dan minta siswa untuk menceritakan dengan bahasa mereka sendiri terkait dengan gambar yang ditunjukan.

Salah satu kelemahan dalam pengimplementasian Gallery Walk Strategy ini adalah kesulitan mencari gambar yang sesuai. Namun, apabila teachers sekalian serius dalam mengajar, teachers sekalian pasti memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan gambar tersebut. Semoga strategi ini dapat membantu teachers sekalian.

Friday, May 29, 2015

8:27 PM

Strategi untuk Mengajar Reading: PQRST Strategy

Hai teachers… Kali ini penulis ingin berbagi mengenai salah satu strategi mengajar yang bisa digunakan pada pelajaran Reading. Seperti yang teachers ketahui, dalam mengajar reading kita akan bersinggungan dengan comprehension (pemahaman) karena comprehension ini adalah salah satu aspek dalam membaca. Mengajar reading comprehension terkadang bisa gampang-gampang susah karena ada banyak factor yang mempengaruhinya. Salah satunya, penggunaan strategi yang tepat dengan karakteristik siswa dapat membantu dalam reading comprehension. Sehubungan dengan hal ini, penulis ingin berbagi sebuah strategi dalam reading comprehension yaitu PQRST (Preview, Question, Read, State, Test). 


PQRST adalah strategi yang mengajarkan siswa untuk lebih teliti dalam membaca dan memberikan pemahaman yang lebih baik. Dalam penggunaan strategi ini, Siswa diminta untuk berpikir tentang apa yang mereka baca dan menulis pertanyaan yang berhubungan dengan topic dan mencari jawaban atas pertayaan mereka dengan cara membaca lebih seksama.

Tujuan dari PQRST adalah untuk meningkatkan pemahaman membaca dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terkait dengan topic yang akan dibaca. Namun, dalam pengimplementasian strategi ini, Teks yang diberikan hendaknya teks yang kaya akan informasi sehingga siswa nantinya bisa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka miliki.

Seperti namanya, PQRST ini terdiri atas 5 tahapan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Preview
Pada tahapan ini, siswa akan diminta untuk mengamati atau membaca secara umum dan sekilas saja. Kemudian, siswa diminta untuk mengaitkan dengan hal-hal yang mereka ketahui dan mengaktifkan prior knowledge mereka, khususnya terkait dengan topik.

Questions
Pada tahapan ini, siswa diminta untuk membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai topic yang dibaca. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang muncul dari keingintahuan mereka setelah membaca secara umum. Perlu diketahui, membaca teks secara umum tidak memberikan kita informasi yang menyeluruh apalagi jika waktu yang diberikan sangatlah terbatas.  Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya menuntun mereka untuk mampu membaca lebih teliti dan menemukan informasi yang mereka ingin ketahui. Misalnya saja teks yang diberikan adalah naratif, maka kemungkinan pertanyaan mereka adalah:
  • Who is/are the major character/s?
  • What do/es the major character/s look like?
  • Where did the story take place?

Read
Setelah membuat pertanyaan, maka suruhlah mereka untuk menjawab pertanyaan yang sudah mereka buat sebelumnya dengan membaca teks tersebut secara lebih teliti lagi. Pertanyaan tersebutlah yang akan membuat mereka untuk membaca secara lebih teliti dan bahkan bisa berulang-ulang demi memahami isi teks dan akhirnya mampu menjawab pertanyaan yang mereka telah buat sebelumnya.

State
Pada tahapan ini siswa diminta untuk membuat ringkasan dari teks yang telah mereka baca dengan teliti sebelumnya. Tentunya ringkasan ini hendaknya dilakukan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dengan tidak melakukan copy paste.

Test
Pada tahapan ini, siswa akan diberikan pertanyaan yang terkait dengan isi teks. Pada tahapan test ini, siswa akan benar-benar diuji apakah telah memahami teks yang telah diberikan atau belum.

Penjelasan di atas merupakan penjelasan dari strategi PQRST. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat bagi teacher sekalian, khususnya dalam pelajaran reading.

Thursday, May 28, 2015

8:07 PM

Self-Assessment untuk Pelajaran Writing

Hai teachers… Setelah penulis menjelaskan dan memberikan contoh butir pernyataan/pertanyaan self-assessment untuk pelajaran listening, speaking, dan reading, kini penulis akan membahas dan memberikan contoh pernyataan yang bisa dikembangkan menjadi instrument self-assessment dalam pelajaran writing. Apakah teachers sekalian tertarik? Check this out…!!!


Pada kesempatan sebelumnya, penulis sempat menjelaskan mengenai pentingnya self-assessment untuk mengetahui informasi siswa terkait dengan pembelajaran yang mereka sedang laksanakan. Asesmen ini juga sebenarnya bisa digunakan dalam penilaian. Sebagai contoh, asesmen diri yang diisi oleh siswa dengan 2 rentang pilihan yaitu jawaban “Ya” dan “Tidak”. Kemudian guru juga mengisi asesmen yang terkait dengan masing-masing siswa dengan butir pertanyaan/pernyataan yang sama. Apabila respon siswa A menjawab “Ya” terkait dengan satu pernyataan positif dan guru juga memberikan jawaban “Ya” kepada siswa terkait dengan butir pernyataan positif yang sama, maka siswa tersebut akan mendapat nilai 1. Apabila berbeda, maka siswa akan mendapat nilai 0. Namun perlu diingat bahwa pemberian nilai ini hanya bisa digunakan sebagai penunjang saja dikarenakan pemberian nilai siswa bobotnya masih lebih besar pada penggunaan rubrik penilaian.

Terkait dengan butir pernyataan yang bisa dikembangkan menjadi intrumen self-assessment dalam pelajaran writing yang akan penulis berikan, penulis menyusun pernyataan tersebut berdasarkan aspek-aspek dalam menulis. Adapun aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut: 

Aspek


Main Idea
Terkait dengan ide pokok tulisan

Content
Terkait dengan isi tulisan yang disusun

Organization
Terkait dengan penyusunan tulisan

Language Use
Terkait dengan penggunaan bahasa dalam tulisan

Mechanics
Terkait dengan penulisan tanda baca, huruf capital, dsb.



Adapun butir pernyataan yang penulis berikan di bawah ini terkait dengan penulisan announcement. Pernyataan ini dapat dimodifikasi untuk topic atau genre menulis yang lainnya. Namun perhatikan juga mengenai butir pernyataannya apakah sesuai dengan topic dan genre yang teachers ajarkan. Atau dalam memodifikasi, teachers sekalian dapat membaca terlebih dahulu language features dan generic structure terkait dengan topic lainnya dan baru memodifikasi butir pernyataan yang ada di bawah ini (Khususnya yang berwarna merah). Berikut ini adalah butir pernyataan untuk pelajaran menulis dengan topic announcement

1.      Checklist untuk Main Idea, Content dan Organization
No
Pernyataan


1
Topik pada tulisan saya cukup spesifik

2
Tulisan  saya buat  memiliki ide pokok yang jelas

3
Ide  yang saya tuangkan ke dalam tulisan saya adalah sesuatu yang baru yang tidak ditulis oleh teman saya dan tidak  ada di buku

4
Setiap ide pokok dikembangkan dengan kalimat pendukung yang sesuai

5
Setiap ide pokok memiliki kalimat pendukung yang seimbang

6
Saya mengembangkan ide-ide saya dengan lancar (coherence)

7
Ada keserasian antara ide-ide yang saya tuangkan dalam teks saya sehingga mereka menjadi suatu kesatuan (unity)

8
Saya menulis kata “Announcement” pada awal teks saya sebagai Heading

9
Terdapat orang yang dituju (addressee) di badan teks (Body

10
Terdapat informasi yang akan disampaikan pada tulisan yang saya buat

11
Saya menulis nama/pihak yang membuat Announcement pada penutup dari Announcement yang saya buat



2.      Checklist untuk Language Use
No
Pernyataan


1
Saya menggunakan pilihan kata yang tepat untuk tulisan saya 

2
Kata-kata yang saya gunakan cukup bervariasi

3
Saya mengggunakan kata yang sesuai dengan audience

4
Saya menggunakan sinonim atau antonim pada tulisan saya

5
Kalimat-kalimat yang saya gunakan bervariasi

6
Ada variasi panjang-pendeknya kalimat pada tulisan saya

7
Penggunaan kalimat-kalimat perintah dan permintaan

8
Saya menggunakan Subject-Verb agreement yang benar pada Simple Present Tense

9
Saya menggunakan bentuk “will” dan “be going to” pada kalimat yang menyatakan kejadian dan rencana di masa depan.



3.      Checklist untuk Mechanics 
No
Pernyataan


1
Saya menulis setiap kata dalam teks yang saya buat dengan ejaan yang benar 

2
Saya menggunakan huruf kapital pada huruf pertama awal kalimat.  

3
Saya juga menggunakan huruf kapital pada penulisan nama,tempat,bulan, hari dan hari raya.

4
Saya menggunakan tanda baca yang benar pada tulisan saya seperti tanda titik (.)  pada akhir kalimat, singkatan, dan sebagai pemisah pada penulisan jam dan menit

5
Saya menggunakann tanda koma (,) sebagai pemisah anak kalimat dengan induk kalimat. 

6
Saya menggunakan tanda titik dua (:) sebagai tanda pemerian.  

7
Kalimat pertama pada awal paragraph menjolok ke dalam 

8
Saya memberikan jarak yang cukup sebagai pemisah antar kata

9
Saya menulis identitas saya seperti nama, kelas dan nomer absen di sudut kanan atas

10
Saya membaca ulang tulisan saya sebelum dikumpul